Pemerintah Pusat Fokus Penanganan Corona di Jatim

  Kamis, 28 Mei 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi virus corona (Istimewa)

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tengah fokus menanggulangi virus corona di beberapa provinsi yang laporan kasusnya meningkat signifikan.

Adapun kawasan tersebut salah satunya Jawa Timur. Hal disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.

Hari ini, Jawa Timur provinsi terbanyak yang menyumbang penambahan kasus Covid-19 secara nasional dengan 170 kasus atau menempati provinsi terbanyak setelah DKI Jakarta.

"Beberapa provinsi yang angkanya meningkat memang menjadi fokus perhatian kita, seperti Jawa Timur," kata Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (28/5/2020).

Yuri menjelaskan, dukungan penanganan Covid-19 di Jawa Timur mulai dari penambahan jumlah tempat tidur di rumah sakit darurat Covid-19 yang sudah dioperasionalkan di Jawa Timur. Selain itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 juga baru saja mengirimkan dua mobil combat pengujian tes Covid-19.

"Kemarin juga sudah dikirimkan dua mobil untuk membantu pelaksanaan pemeriksaan laboratorium dengan berbasis PCR, ini yang menjadi atensi, kita menjadi perhatian kita," ujarnya.

Hari ini kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia masih bertambah signifikan pada Kamis (28/5) pukul 12.00 WIB, yakni sebanyak 687 kasus, sehingga total kasus positif kini 24.538 orang.

Penambahan kasus terbanyak masih disumbang oleh Provinsi Jawa Timur, dengan 171 orang dalam satu hari terakhir. Kemudian diikuti Kalimantan Selatan dengan 116 kasus, lalu DKI Jakarta dengan penambahan 105 kasus, Sulawesi Selatan bertambah 46 kemudian Sumatera Utara 30 kasus. Namun demikian, meski Jawa Timur menyumbang terbanyak penambahan kasus, angka tersebut menurun dibandingkan sehari sebelumnya bertambah 199 kasus.

"Kalau kita lihat Jawa Timur memang saat ini paling tinggi (tambahan kasus) tetapi sebenarnya menururn kemarin itu 199, sekarang jadi 171 artinya ada penurunan dibanding dengan kemarin sore," ujar Yurianto.

Selain itu, pemerintah juga mencatat ada penambahan jumlah pasien sembuh sebanyak 183 dalam sehari. Sehingga, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh sampai saat ini mencapai 6.240 orang. Sedangkan pasien yang meninggal dunia bertambah 23 orang, menjadi total 1.496 orang.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar