5 Warga yang Bertemu Whisnu Sakti Ternyata Positif Covid-19

  Kamis, 04 Juni 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Wakil Wali Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana (baju hitam) menyambut kedatangan Bobotoh dan Viking di Stasiun Gubeng. (Dimas Angga Perkasa/Suara.com)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Usai menyambut kepulangan 15 warga dari lokasi karantina Covid-19 di Gubeng, Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana menjalani karantina mandiri.

Langkah itu dilakukan lantaran, 15 warga tersebut yang mulanya disebut negatif Covid-19, belakangan malah ada yang divonis positif.

Terkait persoalan tersebut Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Surabaya memberikan keterangan resmi. Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Surabaya M Fikser menjelaskan, jika 5 dari 15 orang yang dipulangkan tersebut terkonfirmasi positif Virus Corona saat bertemu Whisnu.

"Benar. Sudah... sudah (diisolasi). Jadi untuk warga Kedung Turi memang ini jadi perhatian Pemkot dan diambil tindakan teman-teman Gugus Tugas untuk yang positif dikarantina di Asrama Haji," katanya saat ditemui di halaman Balai Kota Surabaya, Kamis (4/6/2020).

Namun, pihaknya mengakui baru mengetahui hal itu dari awak media. "Pertama kami tau dari media. Yang kedua, untuk status ODP melalui tracing, terkait dengan Wawali (Whisnu), Bu Wali Kota memerintahkan untuk menugaskan dokter atau petugas melakukan pemeriksaan pada beliau (Whisnu). Nanti keputusan hasilnya seperti apa, dilihat dari hasil pemeriksaan tracing, karena beliau (Whisnu) adalah pejabat negara, ada mekanisme atau aturan yang harus diikuti," katanya.

Saat dikonfirmasi mengenai kesehatan Whisnu, Fikser belum bisa memberikan keterangan secara rinci. "Sampai hari ini belum terlihat, beliau masih istirahat, semoga beliau sehat dan bisa menjalankan tugas-tugasnya sebagai Wakil Wali Kota."

Sementara itu, Ketua RT 04/RW 08 Kedung Turi, Kecamatan Tegalsari Abdul Malik menjelaskan, empat dari lima warganya yang terkonfirmasi positif Virus Corona sudah dijemput Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Surabaya.

"Empat orang sudah dibawa oleh Pemkot Surabaya untuk diisolasi di Asrama Haji. Sementara satu orang, sudah keburu balik ke Madura dan juga sudah dilakukan isolasi mandiri," ungkap Abdul.

Dikemukakan Abdul, saat Pemkot Surabaya datang untuk menjemput, hanya tiga orang yang siap. Sedangkan, dua orang lainnya masih belum siap, bahkan salah satunya sudah berada di Madura.

"Waktu penjemputan, hanya tiga orang yang siap, satu orang sudah balik ke Madura, satu orang lainnya sudah persiapan balik ke Madura. Beruntung satu orang yang akan balik keduluan sama Pemkot," katanya.

Belakangan, Abdul mengetahui jika warga yang pulang ke Madura tersebut dikarenakan orang tuanya meninggal dunia.

"Yang sudah pulang ke Madura, mau takziyah ke orang tuanya yang meninggal."

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar