Selama PSBB Surabaya Raya Tercatat 21.380 Pelanggaran

  Selasa, 09 Juni 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Petugas melakukan pengetatan pengendara yang akan melalui perbatasan Surabaya-Sidoarjo, tepatnya di Perumahan Pondok Tjandra Indah. [Suara.com/Dimas Angga]

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Pembatasan sosial berskala besar atau PSBB jilid III di Surabaya Raya telah berakhir.

Pihak kepolisian mencatat ada sebanyak 21.380 pelanggaran selama penerapan PSBB di Surabaya Raya, yang didominasi pengendara tidak menggunakan sarung tangan.

"Data itu merupakan jumlah akumulasi sejak penerapan PSBB jilid I pada 28 April 2020 hingga sehari sebelum berakhirnya PSBB jilid III hari ini," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Surabaya, Senin (9/6/2020).

Data pelanggaran ini didapat dari penindakan dan teguran yang dilakukan Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Polresta Sidoarjo dan Polres Gresik. "Pelanggaran terbanyak untuk pengendara roda dua tidak menggunakan sarung tangan tercatat ada 6.455 pelanggar," kata Truno seperti dilansir dari Republika.co.id dan Antara.

Kombes Truno juga mengemukakan pelanggaran terbanyak kedua yang dilakukan oleh kendaraan roda dua adalah tidak menggunakan masker sebanyak 2.256 pelanggar. Pada PSBB jilid I dan II memang masih banyak yang tidak menggunakan masker, namun pada PSBB jilid III angka pelanggaran ini mulai menurun.

Sedangkan, pada kendaraan pribadi roda empat, perwira menengah itu mengatakan pelanggaran terbanyak yakni mobil melebihi jumlah kapasitas penumpang yang diperbolehkan. Saat PSBB yang dilaksanakan di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, kendaraan roda empat hanya diperbolehkan berisi 50 persen dari kapasitas.

"Ada 1.870 pengendara mobil pribadi yang melebihi batas jumlah kapasitas penumpang 50 persen. Lalu yang tidak menggunakan masker 1.792 orang," katanya.

Sementara untuk kendaraan umum dan kendaraan barang, Kombes Truno menyebut pelanggaran terbanyak tidak menggunakan masker dengan 1.134 pelanggar. Ia berharap masyarakat semakin disiplin menaati aturan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Selain itu, masyarakat juga harus senantiasa berpedoman pada pola hidup sehat dan bersih," kata mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat tersebut.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar