Bibir Kering dan Pecah-Pecah Gejala Baru Infeksi Virus Corona

  Rabu, 17 Juni 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi bibir pecah-pecah (Pixabay)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Para ilmuwan menemukan gejala baru Covid-19.

Jika umumnya orang yang terinfeksi virus corona menunjukkan gejala seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan dan sesak napas, ilmuwan menemukan lagi gejala lainnya Covid-19 seperti bibir membiru, kering dan pecah-pecah. Bibir membiru sempat disebut sebagai tanda infeksi virus corona.

"Selain bibir membiru, Anda juga perlu mewaspadai bibir kering, pecah-pecah dan terasa sakit. Karena, semua kondisi yang memengaruhi bibir itu bisa jadi tanda akhir infeksi virus corona," sebut ilmuwan dikutip dari Express.co.uk dan dilansir Suara.com, Selasa (16/6/2020).

Virus corona tidak hanya memengaruhi kondisi bibir, pasien juga bisa mengembangkan luka yang menyakitkan di bagian dalam mulutnya.

"Laporan yang pertama kali datang dari China dan Eropa menunjukkan bahwa kulit bisa terkena dampak virus corona hingga 20 persen dari kasus umum," tulis penelitian dalam COVID Symptom Study.

Virus corona ini memang memicu sejumlah reaksi kekebalan, sehingga tak mengherankan bila kulit dan bibir juga akan terkena dampaknya.

Namun, virus corona  bisa menyebabkan berbagai tanda dan gejala kulit.

Oleh karena itulah, ruam di kulit yang bisa jadi gejala infeksi virus corona justru telat terdeteksi.

"Covid-19 juga bisa menyebabkan mata sakit dan berair. Seseorang juga mungkin merasakan sakit di area bibir, bibir kering dan pecah-pecah. Rasa sakit di dalam mulut juga bisa terjadi," jelasnya.

Perlu diingat, bibir kering dan pecah-pecah juga bisa pertanda kondisi lain.

Pada dasarnya, bibir yang sakit dengan beberapa daerah keputihan dan penskalaan (chelilitis) bisa disebabkan oleh Covid-19.

Sementara itu, virus corona juga bisa menyebabkan bibir bengkak, karena gatal-gatal. Beberapa pasien virus corona mengaku memiliki ruam yang gatal di seluruh tubuhnya.

Jika, rasa gatal ini berkembang di bibir, maka kondisi itu bisa menyebabkan peradangan parah.

Selain itu, pasien juga perlu segera memeriksakan dirinya bila mengalami pembengkakan bibir, kesulitan bernapas dan bengek. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar