Model di Banyuwangi Nyaris Diperkosa Saat Casting FTV

  Rabu, 24 Juni 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi Casting Film. (iStockphoto)

BANYUWANGI, AYOSURABAYA.COM -- AWK yang berprofesi sebagai artis dan model nyaris jadi korban pemerkosaan oleh seorang produser film saat menjalani casting.

Melansir dari Suaraindonesia.co.id dan Suara.com, Rabu (24/6/2020), perempuan berusia 22 tahun itu mengakui mengikuti casting film FTV lantaran diajak oleh temannya. Mereka mendapat informasi tentang casting tu dari Dinas Kebudayaan dan Pariwista (Disbundar) Banyuwangi. 

“Awalnya saya ikut casting film itu di kasih tau teman saya. Teman saya informasinya dari Dinas Pariwisata, kemudian saya ikut," kata AMK saat bercerita kepada wartawan.

Kejadian perlakukaan tidak mengenakan itu, kata AMK, terjadi saat dirinya berada di salah satu hotel di Banyuwangi. Dalam hotel itu, dia bersama puluhan peserta casting FTV lainnya menunggu giliran tes.

“Casting-nya di Hotel, tapi tidak saya saja di sana, banyak orang. Namun tidak tahu kenapa saya yang mendapat prilaku tidak mengenakan,” katanya. 

Perilaku tidak mengenakan itu kata AMK, terjadi saat dirinya tengah berada di dalam sebuah ruangan kamar hotel. Pada saat di kamar hotel, AMK disodorkan sebuah naskah, kemudian produser tersebut menawari dia sebagai peran utama. Di situlah awal proses AMK mulai mendapat perlakukan tidak mengenakan atau pelecehan seksual. 

“Saya berada di dalam kamar diberikan naskah disuruh akting, di sana saya sendirian, dia tanya aneh-aneh, saya marah, kemudian saya lari masuk ke dalam toilet,” ujarnya. 

AMK mengatakan, saat mulai masuk ke dalam toilet, sang produser film mengunci pintu kamar, dan mengambil sebilah pisau. Selain itu, saat di dalam toilet, AMK juga mendengar, sang produser mengancam memberikan perlakukan khusus kepada temannya. 

“Saya berada di dalam toilet, pihaknya mengancam, sehingga saya takut untuk keluar,” tambahnya.

Beruntung pada kejadian tersebut, AMK berhasil kabur dengan dibantu oleh teman yang mengajaknya, sehingga dirinya bisa lolos dari pemerkosaan.

“Saya mendengar suara teman saya dari luar, di situlah saya berani keluar dan cepat-cepat lari meningalkan hotel,” ucapnya.

Hingga berita ini diunggah, AMK telah melakukan tindakan pelaporan kepada aparat kepolisian di Kabupaten Banyuwangi.

"Iya benar yang bersangkutan sudah melapor. Saat ini kita masih melakukan penyidikan dan pemeriksaan saksi-saksi," kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar