Sediakan Layanan Plus-plus, Pelayan Kafe R3 Jadi Tersangka

  Selasa, 30 Juni 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Cafe karaoke R3 di Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. (Suara.com/Farian)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Polisi menetapkan seorang tersangka dari kasus penggerebekan tempat karaoke Kafe R3 di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut, satu tersangka yang ditetapkan tersebut merupakan pekerja di kafe sebagai pelayan bernama Dicky.

"Kami sudah menetapkan satu tersangka atas nama inisial D, pekerjaannya sebagai waitrees di Kafe R3 tempat karaoke di mana tempat dilakukannya penggeledahan," ujar Truno di Mapolda Jatim, Selasa (30/6/2020).

Dari lokasi karaoke yang digerebek Unit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, tercatat sebanyak 19 orang diamankan. 12 orang di antaranya telah diperiksa. Meski begitu, hingga saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan kepolisian.

"Kemudian berbagai alat bukti yang terkait dengan unsur tindak pidananya yaitu memudahkan proses cabul dalam suatu tempat atau menyediakan tempat. Ini masih dalam proses penyidikan," jelasnya.

Selain itu Truno menjelaskan tersangka tidak ditahan. Alasan tak dilakukan penahanan terhadap pria bernama Dicky tersebut lantaran ancaman hukumannya yang hanya 1 tahun 4 bulan.

"Saat ini laporan polisi sudah diterbitkan dengan persangkaan pasal 296 dan 506 KUHP. Ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan. Maka dalam ketentuan KUHAP tidak dapat diproses penahanan," kata Truno.

Mengenai posisi tersangka, Truno memastikan pelaku masih dalam pengawasan pihak kepolisian. Meski tak ditahan ia masih diwajibkan untuk melakukan wajib lapor di Blitar.

"Posisinya yang jelas tidak dilakukan proses penahanan, namun diwajibkan lapor dengan domisili di Blitar," tambahnya.

Dijaga Preman

Mengenai tempat karaoke yang dijaga preman atau pria berbadan kekar pascapenutupan sementara, Truno enggan berkomentar. Yang pasti mengenai kelanjutan bisnis karaoke tersebut akan dikoordinasi kan antara Polres dan Pemda.

"Itu beda kapasitas, kami fokus pada pencabulannya. Yang pasti untuk kelanjutan di buka atau di tutupnya karaoke itu, kami koordinasi kan ke Polres dan Pemda," jelasnya.

Untuk diketahui, setelah digrebek oleh Unit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, kafe karaoke R3 tutup sementara. Pantauan di lokasi, tampak beberapa orang bertubuh kekar berada di depan pintu masuk kafe.

Wartawan juga tidak diperkenankan masuk untuk mengambil gambar dengan alasan seluruh pintu di dalam kafe sudah ditutup. Pemilik Kafe juga sedang berada di luar kota.

Dari hasil penggalian informasi di lapangan, room yang digrebek karena diduga ada tindakan asusila berada cukup belakang.

Tepatnya di sebelah kamar mandi di arah Tenggara. Ruangannya juga tak begitu luas.

Gerebek

Diberitakan sebelumnya, penggerebekan Kafe R3 terjadi pada, Kamis (25/6/2020) lalu. Saat digerebek, polisi mendapati seorang pemandu lagu sedang melakukan hubungan seks di dalam room karaoke.

"Saat penggerebekan petugas mendapati posisi pemandu lagu duduk di atas pangkuan tamu laki-laki dengan tidak memakai celana dalam dan roknya diangkat sepinggang," ucap Kabid Humas Polda Jatim Truno.

Mengetahui hal itu petugas langsung mengamankan semua pekerja dan tamu yang terlibat dugaan kasus prostitusi yang ada di dalam kafe tersebut.

Sebanyak 19 orang yang diamankan terdiri dari 12 Ladies Companion (LC) atau pemandu lagu, seorang tamu, seorang kasir, empat pelayan serta seorang sekuriti.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar