Data Nakes Meninggal antara Dinkes Jatim dan IDI Beda

  Rabu, 01 Juli 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi pencegahan Covid-19. (Reuters via AyoPurwakarta.com)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Ada perbedaan data tenaga kesehatan (nakes) yang meninggal akibat Covid-19 antara Dinkes dan IDI Jatim.

Hal iti diungkapkan Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih. Ia menyebutkan, Dinkes Jatim mencatat hanya delapan Nakes yang meninggal, sedangkan IDI Jatim mencatat ada 22 orang.

Mengutip penjelasan IDI, Hikmah menjelaskan, 22 Nakes yang meninggal terdiri dari dua orang bidan, 10 dokter, dan 10 perawat. Jumlah tersebut tersebar di seluruh wilayah Jatim, termasuk dari Surabaya. Hikmah mengatakan, perbedaan data tersebut menunjukkan belum adanya komunikasi yang baik antar lembaga kesehatan tersebut.

"Hal ini menunjukkan belum adanya komunikasi," kata Hikmah, Rabu (1/7/2020).

Hikmah melanjutkan, berdasarkan penjelasan Dinkes Jatim, data kematian Nakes yang diperoleh berasal dari rumah sakit dan laboratorium.

"Ternyata, Dinkes selama ini mengandalkan data dari rumah sakit atau laboratorium. Namun kenyataannya, banyak Nakes yang meninggal namun tak dilaporkan sebagai Nakes," ujar Hikmah.

Hikmah mendorong Dinkes Jatim dan IDI bisa segera melakukan sinkronisasi data. Dia pun mengingatkan, ketika Nakes penangan pasien Covid-19 yang meninggal, namun tidak terdata, kemungkinan tidak akan mendapatkan tunjangan.

"Bayangkan keluarga para Nakes namun tak terdata sebagai Nakes maka tak mendapatkan uang duka (santunan) sebagai apresiasi," ujar polotikus PKB tersebut.

Ketua IDI Jatim, Sutrisno berharap agar tenaga kesehatan mendapat prioritas. Di antaranya dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, baik itu rapid test ataupun tes PCR. Termasuk soal insentif, dia berharap, semua tenaga kesehatan, pemerintah maupun non pemerintah yang memberikan pelayanan Covid-19 dapat tunjangan.

"Kenapa? Karena ibarat perang, tentaranya ya tenaga kesehatan itu. Jadi kalau kepingin perang tentaranya harus dirawat, diopeni, diperhatikan. Supaya tenaganya pikirannya dan kemampuannya bisa terus melakukan pelayanannya," kata dia.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak mengaku, pihaknya saat ini tengah menyiapkan santunan bagi para Nakes yang meninggal dunia akibat Covid-19 tersebut. Emil menyebutkan, jumlah yang akan diterima para keluarga nakes yang meninggal dunia juga sudah dihitung.

"Kalau soal santunan itu ada. Sebelumnya, juga ramai soal besarannya, 'Kenapa kok cuma sekian? Namun, kami memastikan bahwa jumlahnya lebih besar dibandingkan jumlah yang dianggap kecil itu. Nanti, untuk jumlah pastinya akan disampaikan," kata dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar