Kisah Pemandu Lagu Surabaya di Tengah Pandemi Covid-19

  Selasa, 04 Agustus 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Mirza Azizah. (Suara.com/Dimas)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Mirza Azizah, salah satu pekerja hiburan malam mulai kehabisan tabungan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Mirza Azizah sudah 5 bulan tidak bekerja karena tempat hiburan karaoke tempat dia kerja, tutup sementara. Dia menyayangkan adanya Perwali Nomor 33 Tahun 2020, yang membatasi para pekerja hiburan malam untuk bekerja.

Mirza Azizah ingin tempat karaoke di Surabaya dibuka. "Kami berharap Bu Wali (Kota Surabaya Tri Rismaharini) segera mencabut Perwali, karena kami nggak bisa kerja selama 5 bulan lamanya," ujarnya.

Seperti diketahui, Mirza Azizah dan teman-temannya berdemo di Balai Kota Surabaya, Jawa Timur, Senin (3/8/2020). Ratusan massa aksi yang dikomandoi oleh ormas ini menuntut pencabutan Perwali no 33 tahun 2020.

Mirza Azizah mengaku sangat kesulitan dalam memenuhi kehidupan sehari-hari. Mirza Azizah sudah kehabisan tabungan.

"Untuk bayar kos aja susah. Kalau dihitung, kami bayar kos Rp 1,5 Juta sebulan, paling enggak kami harus punya uang Rp 50 ribu seharinya," ucap Mirza Azizah.

Hampir semua teman-teman Mirza Azizah menganggur tidak bekerja. Saat ini Mirza Azizah hanya mengandalkan pendapatan dari tempat hiburan malam.

"Ya, nggak ada kerjaan apa-apa, paling banter nonton Youtube, nggak ada pekerjaan lainnya," pungkasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar