Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Jatim Berani Buka Ratusan Objek Wisata

  Rabu, 05 Agustus 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat berkunjung ke salah satu desa wisata saat belum pandemi virus corona (Humas Pemprov Jatim)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Kasus Covid-19 di Jawa Timur belum menunjukkan adanya tren penurunan.

Kasus kematian semakin meningkat, namun pasien yang sembuh juga mengalami penambahan cukup tinggi. Meski begitu, ratusan objek wisata yang ada di Jatim mulai dibuka.

Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim, sebanyak 182 dari total 969 objek wisata sudah beroperasi kembali.

Kepala Disbudpar Jatim, Sinarta mengatakan merujuk data yang terlampir tersebut objek wisata yang dibuka baru di 19 dari 38 kabupaten/ kota di Jatim.

"Yakni ada di Kabupaten Blitar, Magetan, Ponorogo, Kota Madiun, Ngawi, Pacitan, Trenggalek, Jombang, Kabupaten Mojokerto, Lamongan, Tuban, Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kota Batu, Kota Malang, Banyuwangi, Bondowoso, Kota Probolinggo dan Gresik," paparnya kepada SuaraJatim.id, Rabu (5/8/2020).

Meski belum dibuka secara menyeluruh, Disbudpar mencatat adanya lonjakan wisatawan. Saat ini saja sudah ada 351.247 wisatawan yang berkunjumg ke 182 objek wisata.

"Jika dilihat perlahan-lahan mulai ada geliat ekonomi di sektor pariwisata. Cuma belum kembali pulih," kata Sinarta.

Kebanyakan dari wisatawan menyukai wisata yang berhubungan dengan alam, minat di wisata alam cukup banyak. Sementara wisata buatan masih belum terlalu banyak pengunjung.

"Tapi lumayan sebetulnya, seperti di Jatim Park itu kalau pas weekend sudah lumayan wisatawannya. Di Chimory juga, memang kalau weekday suasananya gak kayak dulu waktu masih normal belum ada pandemi," katanya.

Sinarta menambahkan, untuk wisata pagelaran budaya saat ini masih belum dibuka. Pengumpulan massa untuk orang banyak masih belum diizinkan karena risiko penyebaran Covid-19.

"Masih simulasi saja, pada intinya untuk pengumpulan massa banyak masih belum. Karena kami tidak ingin kecolongan, kalau tidak taat risikonya tinggi," kata dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar