Meski Zona Oranye, 3 Kabupaten Tak Berani Buka Wisata Bromo

  Rabu, 12 Agustus 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Gunung Bromo. [Shutterstock]

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Hingga saat ini, Kawasan Wisata Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih belum dibuka.

Hal itu lantaran keempat wilayah yang ada di sana yaitu Probolinggo, Lumajang, Pasuruan dan Malang masih berstatus zona oranye atau memiliki risiko sedang dalam penularan Covid-19

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim, Bagus Sasmito mengatakan mengatakan bahwa pemerintah tak ingin buru-buru. Pembukaan kawasan wisata tersebut harus mendapatkan rekomendasi dari keempat wilayah.

"Masih belum karena masih menunggu rekomendasi dari empat kabupaten. Yang sudah ngasih rekomendasi baru satu kabupaten saja Probolinggo," kata Bagus, Selasa (11/8/2020).

Sementara, lanjut Bagus, sampai saat ini masih menunggu 3 wilayah lainnya. Dan juga perkembangan pandemi benar-benar bisa terkendali dan aman untuk berwisata karena pemerintah tidak ingin kecolongan.

"Kalau keempat kabupatem itu sudah memberikan rekomendasinya untuk di buka akan dilaporkan ke kementerian KLHK untuk mendapatkan rekom lanjutan," ujarnya.

Yang dilakukan saat ini masih dalam tahap diskusi dan sosialiasi bersama pengelola wisata saja.

Untuk melalukan simulasi atau uji coba pembukaan wisata Disbudpar belum tahu kapan akan dilakukan.

"Lagi pemantapan sekarang soal itu. Kalau diperlukan simulasi-simulasi, akan dilakukan pada waktu pembukaan BTS. Karena yang menjadi fokus itu adalah ketika nanti di puncak, penjagaan jarak antara wisatawan itu penting," jelasnya.

"Kemarin saja waktu Kasodo juga tidak di buka untuk wisatawan. Tentu juga sambil melatih kesiapan petugas di lokasi untuk persiapan pembukaan dalam masa pandemi," tambahnya.

Jika nantinya ada uji coba ketika Bromo dibuka, maka wisatawan yang akan masuk harus di batasi sesuai standar protokol sebanyak 50 persen dari jumlah kuota normal. Sementara untuk kewajiban rapid test menurutnya tak perlu dilakukan.

"Rapid test untuk wisatawan yang mau masuk rapid tes itu kayaknya berat, malahan mahal rapid tesnya daripada tiket masuk ke wisata," katanya.

Bagus mengatakan pihaknya masih bersama-sama mematangkan persiapam sebelum TNBTS diyakini bisa di buka untuk dikunjungi wisatawan.

"Kalau Bromo menyesuaikan di lautan pasir, puncak, gardu pandang, penanjakan. Kemarin sudah dimodifikasi untuk physical distancing. Karena peemrintah gak mau kecolongan, makanya persiapan dilakukan secara hati hati dan baik," tutupnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar