Kasus Covid-19 Malang Sentuh 1.029 Pasien

  Kamis, 20 Agustus 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi, tenaga medis menggunakan alat pelindung diri (APD). (istimewa)

MALANG, AYOSURABAYA.COM -- Pasien COVID-19 di Kota Malang, Jawa Timur, tembus 1.000 orang lebih.

Hal itu terjadi setelah adanya tambahan 12 kasus baru per Rabu (19/8/2020). Sehingga secara keseluruhan ada 1.029 kasus positif COVID-19 di wilayah tersebut.

Kepala Bagian Humas Pemkot Malang Nur Widianto mengatakan bahwa penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19 tersebut, secara keseluruhan berasal dari pasien yang sebelumnya berstatus suspect atau yang sebelumnya dikenal sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

"Konfirmasi positif bertambah 12 orang, secara total berjumlah 1.029 kasus COVID-19. Penambahan berasal dari 12 orang yang sebelumnya merupakan PDP," kata Widianto seperti dilansir dari Antara dan Suara.com, Rabu.

Widianto menambahkan satu orang pasien positif COVID-19 di Kota Malang, dilaporkan meninggal dunia. Sehingga, secara keseluruhan, jumlah pasien meninggal dan terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 80 orang.

Sementara itu, lanjut Widianto, untuk pasien yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 pada Rabu bertambah sebanyak 25 orang.

Secara keseluruhan, ada 594 orang yang telah dinyatakan sembuh dari virus ini.

"Pasien meninggal bertambah satu orang, total 80 orang. Sementara untuk yang sembuh, sebanyak 594 orang, bertambah 25 orang," kata Widianto.

Dengan rincian tersebut, di Kota Malang, saat ini tercatat ada 355 orang yang masih berada dalam perawatan dan pemantauan.

Sementara untuk kasus suspect COVID-19, di Kota Malang tercatat ada 1.862 kasus.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan bahwa penambahan kasus konfirmasi positif virus corona dalam beberapa waktu terakhir, berasal dari pasien yang berstatus suspect.

"Untuk kasus kontak erat sudah tidak ada adalah beberapa hari terakhir ini. Penambahan, terjadi dari pasien yang berstatus PDP," kata Husnul.

Husnul menambahkan, Pemkot Malang saat ini tengah meningkatkan pengawasan terhadap para pasien yang berstatus suspect atau PDP, khususnya yang masih berada di rumah sakit, dan yang sudah diperbolehkan pulang namun hasil tes usapnya belum keluar.

"Yang menjadi perhatian, adalah PDP yang dirawat di rumah sakit, dan yang sudah keluar dari RS, namun hasil tes usap belum keluar," ujar Husnul.

Husnul menambahkan Pemkot Malang melalui Dinas Kesehatan Kota Malang, mendorong langkah pengetesan (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment) atau yang biasa disebut 3T, untuk menekan penyebaran COVID-19 di wilayah tersebut.

"Rekan-rekan yang ada di wilayah, sudah memperkuat 3T. Diharapkan langkah tersebut bisa menekan penyebaran COVID-19," kata Husnul.

Sebagai catatan, meskipun kasus konfirmasi positif COVID-19 di Kota Malang terus bertambah, Pemkot telah melakukan uji coba sekolah dengan pembelajaran tatap muka, salah satunya di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Kota Malang.

Kendati telah dilakukan uji coba, hingga saat ini Pemerintah Kota Malang belum memutuskan kapan pembelajaran tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat tersebut akan dimulai. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar