Pengedar Narkoba yang Peralat Santri di Sampang Ditangkap

  Sabtu, 29 Agustus 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi -- sabu-sabu. (istimewa)
SAMPANG, AYOSURABAYA.COM -- Polisi menangkap pengedar narkoba yang memperalat santri di Pondok Pesantren Darul Amin Pandiyangan, Sampang, Madura.
 
Menurut Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz di Sampang, Jumat (28/8/2020), pengedar narkoba yang memperalat santri itu berinisial MT (33) warga Desa Lar-Lar, Kecamatan Banyuates.
 
"MT ini ditangkap pada Kamis (27/8/2020) pukul 17.20 WIB, di rumahnya di Dusun Bejegung, Desa Astapah, Kecamatan Omben," kata Abdul Hafidz dalam keterangan persnya di Mapolres Sampang, Jumat.
 
Peran MT diketahui sebagai pengedar dan pengungkapan kasus narkoba ini merupakan serangkaian kejadian di Desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal.
 
"Alhamdulillah setelah toga hari pasca peristiwa itu kita mengamankan MT," ucap Hafidz seperti dilansir dari Antara dan Republika.
 
Menurut kapolres, sebelum ditangkap, tersangka sempat pergi ke sebuah tempat untuk menghindari kejaran polisi. "Malam hari kejadian itu sempat pergi dia," ujarnya.
 
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sabu seberat 2,5 gram. Barang bukti tersebut sengaja diselipkan dibalik kopiah santri. Dari pemeriksaan sementara, alasan tersangka menyelipkan sabu lantaran ada transaksi pesanan, sehingga ia menggunakan jasa seorang bocah kecil tak lain keponakan tersangka.
 
"Jadi anak kecil itu masih keluarga MT, makanya tersangka selipkan suatu barang ke kopiahnya tanpa diketahui kalau diselipkan barang sabu," terang kapolres.
 
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan atas kasus penangkapan MT. Tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 junto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
 
Sebelumnya, kasus santri dituding membawa sabu sempat ramai di media sosial. Aksi penangkapan berujung dugaan penyekapan polisi menjadi latar belakang isu tersebut. Padahal berdasarkan kejadian tersebut terungkap pihak pondok pesantren menyelamatkan anggota polisi dari amukan massa di tengah situasi yang tidak kondusif saat itu.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar