Gratiskan WiFi, Kota Malang Anggarkan Rp1,5 M

  Selasa, 01 September 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi belajar sevara online (Ayobandung.com/Attia Dwi Pinasti)

MALANG, AYOSURABAYA.COM -- Pemkot Malang menganggarkan Rp1,5 miliar untuk pemasangan jaringan WiFi bagi siswa yang menjalani sekolah dari rumah di tengah pandemi Covid-19.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bahwa WiFi tersebut akan dipasang pada 551 titik yang ada di wilayah Kota Malang, Jawa Timur. 

Akses WiFi gratis tersebut akan dipasang pada seluruh wilayah rukun warga (RW). "Dengan adanya fasilitas WiFi gratis ini bisa membantu pelajar dalam mengikuti proses belajar secara daring," katanya di Kota Malang, Jawa Timur, Senin (31/8/2020).

Sutiaji menjelaskan, anggaran sebesar Rp1,5 miliar tersebut disiapkan dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020, yang baru saja disahkan dalam sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang.

Menurut Sutiaji, saat ini para siswa masih belajar melalui sistem online akibat pandemi Covid-19. Kebutuhan masyarakat, terutama pelajar, akan akses internet mengalami peningkatan di masa pandemi.

Rencananya, layanan internet gratis di tiap-tiap RW tersebut akan berjalan selama empat bulan, mulai September hingga Desember 2020. Pemkot Malang, akan menerbitkan peraturan wali kota terkait pemasangan fasilitas WiFi gratis tersebut.

"Ini juga dalam rangka smart city, sekaligus menunjang kegiatan belajar siswa yang masih menggunakan sistem daring atau jarak jauh," katanya seperti dilansir dari Antara dan Republika.

Pemkot Malang juga tengah menyiapkan skema pembukaan sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19. Namun harus dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Salah satu skema yang disiapkan adalah dengan membatasi jumlah siswa yang hadir di sekolah, maksimal 50 persen dari total jumlah siswa pada tiap-tiap kelas, untuk optimalisasi ketentuan menjaga jarak antarmurid.

Bagi sekolah yang dinyatakan siap, Pemkot Malang akan melakukan simulasi pembelajaran tatap muka di sekolah tersebut. Hal itu bertujuan untuk mengoptimalkan penerapan protokol kesehatan bagi para guru dan siswa.

Tercatat, hingga saat ini, ada 1.265 kasus konfirmasi positif Covid-19 di wilayah Kota Malang. Dari total tersebut, sebanyak 106 orang dilaporkan meninggal dunia, 802 orang dinyatakan sembuh, dan sisanya masih berada dalam perawatan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar