Tim MA-Mujiaman Kesal dengan Pernyataan KPU Soal Bapaslon Covid-19 yang Tak Jelas

  Kamis, 10 September 2020   Rizma Riyandi
Bakal Calon Walikota Surabaya Machfud Arifin, (Suara.com/Achmad Ali).

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Pernyataan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya terkait pasangan bakal calon (Bapaslon) yang positif Covid-19 semakin membuat publik penasaan. Pasalnya hingga saat ini nama bapaslon tersebut tidak diketahui.

Di sisi lain pasangan Machfud Arifin (MA) dan Mujiaman merasa dirugikan. Sebab hasil status kesehatan keduanya setelah tes swab di RSUD dr Soetomo untuk kepentingan Pilwali Surabaya juga belum diumumkan KPU Surabaya.

Kondisi ini membuat Ketua Tim Pemenangan MA–Mujiaman, Miratul Mukmini menyayangkan, keterangan Komisioner KPU Surabaya Suprayitno. Karena seharusnya hasil rekam medik bersifat rahasia dan bukan untuk dipublikasikan. Kecuali, yang membuka adalah orang yang bersangkutan.

"Dan itu sangat tidak etis tentunya," ucap pria yang akrab disapa Gus Amik seperti dilansir Timesindonesia.co.id pada Rabu (9/9/2020).

Berdasarkan keterangan KPU sebelumya, disebutkan ada satu calon wali kota yang dinyatakan positif Covid-19. Namun, hingga Rabu sore (9/9/2020) tim pemenangan belum menerima hasil resmi dari swab tersebut.

Menurut Gus Amik, berdasarkan pedoman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), jika hasilnya positif bisa dicek ulang setelah lebih dari 24 jam. Namun, jika tetap positif, akan dilakukan terapi sesuai derajat sakitnya.

AYO BACA : Logo PDIP di Program SBO TV, Kadindik Surabaya: Guru Lalai

"Kalau tanpa gejala, cukup isolasi saja. Setelah itu, dicek lagi tujuh hari kemudian. Itu hasil konsultasi saya dengan Dirut RSUD dr Soetomo," katanya.

Namun hingga kini, pihaknya mengaku belum mengetahui hasil swab yang dilakukan pada Senin (7/9/2020). Bahkan, Mujiaman masih blusukan ke pasar menyapa warga dan masih tenis meja di rumahnya.

"Belum ada (hasil tes)," ujarnya.

Dia juga menyatakan, Machfud memang sempat menjalani isolasi mandiri sejak 25 Agustus 2020. Isolasi dilakukan karena ada salah satu anggota tim pemenangan yang reaktif setelah rapid test.

"Pak MA kondisinya sehat wal afiat. Tetapi, beliau berinisiatif untuk melakukan karantina karena salah satu tim yang bersangkutan termasuk ring satu."

Kemudian pada 5 September 2020, Machfud menjalani swab di RS National Hospital. Hasil swab tersebut menyatakan, jika Machfud dinyatakan negatif Covid-19.

AYO BACA : Sempat Viral karena Gendong Bangkai Bayinya Selama 2 Pekan, Paus Ini Melahirkan Lagi

Kemudian pada hari yang sama, Mujiaman juga menjalani swab. Mantan Dirut PDAM Surya Sembada itu melakukan swab di RS Premier Surabaya dan juga dinyatakan negatif.

Keesokannya pada 6 September 2020, keduanya mendaftar di kantor KPU Kota Surabaya. Semua berkas yang dibutuhkan sudah diserahkan. Termasuk hasil swab yang menyatakan dua paslon tersebut negatif.

"Itu memang sebagai salah satu syarat mendaftar dan semuanya dinyatakan lengkap dan diterima," katanya.

Kemudian pada 7 September 2020, Machfud dan Mujiaman kembali menjalani swab di RSUD dr Soetomo dan hingga Rabu kemarin, tim pemenangan belum menerima hasil swab tersebut.

Namun beredar kabar bahwa salah satu paslon positif Covid. Gus Amik mengaku belum bisa memberikan kesimpulan.

Namun, jika memang hasilnya tidak sesuai yang diharapkan, pihaknya tentu akan siap mengikuti prosedur yang ada.

"Karena Covid-19 ini bukan aib dan siapa saja bisa kena. Kalaupun hasilnya demikian, tentu pak MA (Machfud Arifin) akan mengikuti protokol kesehatan sesuai aturan dari pemerintah," katanya.

AYO BACA : Merasa Tertipu, Versailles Laporkan Darmi Bersaudara Soal Cek Kosong Rp650 Juta

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar