Waduh! SMKN 2 Nganjuk Di-lockdown, Guru Positif Covid-19

  Kamis, 10 September 2020   Rizma Riyandi
Kondisi SMKN 2 Nganjung (suara.com)

NGANJUK, AYOSURABAYA.COM -- Seorang pengajar atau guru di SMKN 2 Nganjuk terkonfirmasi positif Covid-19. Akibatnya sekolah tersebut langsung menerapkan karantina atau lockdown. Adapun guru tersebut diduga tertular Covid-19 dari anggota keluarganya yang lebih dahulu terpapar virus.

Saat ini tidak ada aktivitas apapun di sekolah tersebut. Guru dan murid belajar daring dari rumah masing-masing. Kepala Tenaga Administrasi SMKN 2 Nganjuk, Rokhmad, membenarkan seorang guru di SMKN 2 Nganjuk terpapar Covid-19. Namun ia tak menyebutkan identitas guru tersebut.

"Tanggal 1 September itu ada beberapa orang teman yang tahu bahwa ada salah satu warga SMK itu yang terkonfirmasi (Covid-19). Sehingga tanggal 2 (September) itu pimpinan baru tahu, setelah itu di-lockdown semuanya," kata Rokhmad saat ditemui wartawan, Rabu (9/9/2020).

Menurut Rokhmad, selama pandemi Covid-19 kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di SMKN 2 Nganjuk berlangsung daring. Sekolah ini belum melaksanakan KBM dengan tatap muka terbatas.

AYO BACA : Hati-hati! Covid-19 Bisa Bertahan Lebih dari Sepekan di Salmon Beku

Sebenarnya, tutur Rokhmad, pihak SMKN 2 Nganjuk sudah bersiap menggelar KBM tatap muka terbatas. Berbagai fasilitas untuk memenuhi protokol kesehatan Covid-19 telah disiapkan.

Namun berhubung ada seorang guru yang terkonfirmasi positif Covid-19, pihak SMKN 2 Nganjuk memutuskan menunda KBM tersebut. Pihak sekolah mengambil kebijakan lockdown.

"(KBM tatap muka terbatas) ditunda, walaupun kita sudah siap segala sesuatunya... Saat itu juga di-lockdown semuanya, guru, siswa juga, karyawan di rumah masing-masing," sebutnya.

Rokhmad menegaskan, guru terkonfirmasi positif Covid-19 ini tertular dari keluarganya sendiri. Beruntung, guru tersebut belum pernah kontak dengan siswa maupun guru lainnya.

AYO BACA : Nella Kharisma dan Dory Harsa Ternyata Menikah pada 15 Agustus

"Insyaallah ini (guru positif Covid-19) belum (kontak dengan guru dan siswa), selama ini memang belum ada tatap muka dengan siswa," paparnya.

Sementara untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, pihak sekolah langsung melakukan sterilisasi. Di antaranya melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan sekolah.

"Ya segala sesuatu kita bersihkan, kita (semprot) disinfektan. Semua ruangan kita bersihkan, kita keluarkan, kita jemur juga di depan itu. Jadi berusaha ya untuk memutus rantai Covid-19," katanya.

Rokhmad belum tahu sampai kapan SMKN 2 Nganjuk di-lockdown. Untuk mengambil kebijakan selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan stakeholder terkait.

"Nanti (kapan lockdown dibuka) kita juga konfirmasi, koordinasi semua yang berkompeten di sini. Dalam hal ini petugas Covid-19 juga, kemudian sekolah, KCD," kata Rokhmad.

AYO BACA : Sempat Viral karena Gendong Bangkai Bayinya Selama 2 Pekan, Paus Ini Melahirkan Lagi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar