Gudang Sabu-Sabu di Gunung Anyar Digerebek BNN

  Kamis, 10 September 2020   Rizma Riyandi
Penggerebekan Gudang Sabu-Sabu di Surabaya (suara.com)

GUNUNG ANYAR, AYOSURABAYA.COM -- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur (Jatim) menggerebek gudang penyimpanan sabu-sabu di ruko Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, Rabu (9/9/2020). Adapun barang bukti yang diamankan berupa sabu-sabu seberat 8 kilogram.

Tiga orang ditangkap dalam penggerebekan ini, yakni Ridwan warga Sampang, Suwoto warga Jember dan Septian warga Semarang.

"Kami juga mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat delapan kilogram," kata Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Priambadha dalam rilis, Kamis (10/9/2020).

AYO BACA : Ada yang Positif Covid-19, Puluhan Anggota Satpol PP Magetan Diisolasi

Saat penggerebekan, sabu-sabu tersebut dibungkus magnesium. Sebanyak tujuh karton besar sabu-sabu yang telah dikemas ditemukan di sini.

Setelah melalukan penyidikan di lokasi, BNNP Jatim mendapatkan fakta kalau sabu-sabu ini dikirim langsung dari Malaysia.

"Sabu-sabu tersebut dikirim dari Malaysia ke gudang. Dari gudang sabu-sabu dikirim ke pemesan yang ada di Surabaya dan Madura. Dari situ kami belum kembangkan kandungan apa yang ada di bungkus magnesium tersebut," ujar Bambang.

AYO BACA : Mengenal Kecamatan Genteng, Penduduk dan Wilayah

Bambang mengatakan, informasi adanya gudang sabu-sabu di Gunung Anyar bermula dari laporan masyarakat. Laporan menyebutkan adanya peredaran barang haram di kawasan Surabaya dan Madura. Petugas pun menyelidikinya bahkan sampai ke Jember.

Alhasil didapatkan dua nama yang diduga sebagai kurir, yakni Ridwan dan Suwito. Petugas BNNP Jatim lalu mengintainya.

"Setelah itu kami menemukan gudang penyimpanan sabu-sabu di Surabaya. Di sini ditemukan delapan kilogram sabu-sabu," kata dia.

Para pelaku, lanjut Bambang, diimingi-imingi upah sebesar Rp 30 juta untuk mengirim sabu-sabu tersebut. Tersangka Suwoto pun membenarkan kalau dirinya diberi jatah Rp 30 juta untuk mengambil barang di gudang ini. Namun dia tidak mengetahui barang apa yang diambilnya.

"Disuruh ambil. Saya tidak tahu barang apa. Saya benci sabu-sabu. Imbalannya Rp 30 juta. Masalah sabu saya kurang paham. Baru tadi. Baru ambil satu kali," katanya.

AYO BACA : Waduh! SMKN 2 Nganjuk Di-lockdown, Guru Positif Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar