Dokter: Jangan Olahraga Berlebihan Saat Pandemi

  Jumat, 11 September 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi olahraga (Istimewa)

AYOSURABAYA.COM -- Meski olahraga baik untuk kesehatan, akan tetapi aktivitas fisik secara berlebihan tidak disarankan.

Dokter spesialis kedokteran olahraga Michael Triangto mengingatkan, olahraga berlebihan justru menurunkan imunitas.

Itu sebabnya, olahragawan lebih rentan mengidap Covid-19. Beberapa yang dinyatakan positif termasuk pesepak bola Neymar dan mantan pegulat Dwayne Johnson alias The Rock. Michael menjelaskan hal itu dengan sebuah kurva.

Kurva menyerupai huruf J atau tanda centang itu menggambarkan, latihan fisik intensitas ringan sampai sedang dapat meningkatkan imunitas tubuh. Sementara, latihan fisik berat dengan intensitas tinggi justru menurunkan imunitas.

Dengan demikian, tubuh lebih berisiko terinfeksi virus. Saat melakoni olahraga intensitas ringan sampai sedang, seseorang masih bisa berbicara atau bernyanyi. Itu tak bisa dilakukan saat melakukan olahraga intensitas berat.

Michael juga menyoroti bahwa masyarakat awam kerap beranggapan bahwa olahraga harus menyebabkan pegal dan banyak keringat. Seolah jika keduanya tidak muncul, olahraga belum sepenuhnya berhasil. Padahal, tidak selalu begitu.

Pada sesi diskusi bertajuk "Olahraga dan Adaptasi Kebiasaan Baru" di Instagram Live akun @pdsko, Rabu (9/9/2020), Michael menjelaskan tiga tujuan olahraga. Seseorang bisa melakukan olahraga dengan tujuan kesehatan, prestasi, atau rekreasi.

"Programnya tidak sama. Olahraga untuk kesehatan, intensitasnya ringan sampai sedang. Untuk prestasi, intensitasnya berat karena harus melampaui batas-batas kemampuan. Kalau untuk rekreasi, biasanya tidak teratur, hanya saat ada waktu kumpul," kata Michael.

Semasa pandemi Covid-19, setiap orang perlu memperhatikan jenis olahraga yang dilakukan, dan berkonsultasi dengan dokter spesialis kedokteran olahraga jika perlu. Masyarakat umum sebaiknya memilih olahraga yang tidak menurunkan imunitas.

Sementara, Michael menyarankan para atlet sebisa mungkin tetap berolahraga di rumah. Opsi lainnya, atlet bisa berolahraga di tempat tertentu yang sudah menerapkan aturan bubble sehingga tetap bisa menjaga performa dan kualitas olahraga.

"Beberapa tempat latihan atlet seperti PBSI sudah menerapkan bubble. Semua orang di sana harus melakukan tes rapid dan swab. Setiap orang keluar-masuk harus melewati chamber khusus dan melakukan protokol kesehatan," ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar