Waduh! Event Sepeda di Malang Viral Gara-gara Pertontonkan Gadis Desa Seksi

  Senin, 14 September 2020   Rizma Riyandi
Seorang goweser berpose bersama perempuan di sungai yang berada di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. [Ist]

MALANG, AYOSURABAYA.COM -- Poster "Jalur Gowes Gadis Desa" yang mencantumkan logo branding Kabupaten Malang, tiba-tiba menjadi viral. Ternyata kegiatan olahraga dan rekreasi tersebut sempat dihadiri oleh Bupati Malang Sanusi.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara. Namun demikian, kegiatan tersebut bukan diselenggarakan pemerintah, melainkan event organizer (EO). Namun pihaknya enggan menyebutkan nama pihak penyelenggara. 

Made juga membenarkan kalau Bupati Sanusi juga sempat hadir di sana. 

AYO BACA : Tongkrongin Rekeningmu, Bantuan Subsidi Gaji Tahap III Dijadwalkan Cair Senin 14 September 2020

"Karena diundang, bupati pasti hadir. Tapi kita kan cuma diundang untuk pemberangkatan," katanya saat dihubungi suara.com, Minggu (13/09/2020).

Belakangan Made baru tahu kemunculan poster kontroversial dan viral "Jalur Gowes Gadis Desa" mencantumkan branding resmi pariwisata Pemkab Malang. Pemkab juga kaget dengan poster tersebut setelah viral di berbagai platform media sosial. Bahkan telah banyak komplain yang diterima Sinas Kebudayaan dan Pariwisata. 

"Jangan sampai terjadi eksploitasi perempuan seperti itu. Banyak yang komplain langsung ke saya, terutama ibu-ibu," katanya.

AYO BACA : 5 Museum Bersejarah di Surabaya yang Jadi Andalan Kota Pahlawan

Merespon itu, lanjut Made, pihaknya berencana memanggil pihak EO untuk klarifikasi.
 
"Kedepannya akan kami ingatkan. Saya akan berkoordinasi Senin besok (14/9/2020), agar selanjutnya jangan ada seperti itu lagi," ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang Atsalis Supriyanto mengaku juga kaget setelah tahu tentang 'Jalur Gowes Gadis Desa' tersebut. Sebab, pihaknya hanya mendapatkan surat pemberitahuan tentang kegiatan dari pihak penyelenggara tanpa disertai rincian acara.

"Kami (Pemkab Malang) juga kaget. Kami tidak tahu bagaimana rute dan konsepnya. Saya memang hadir juga mendampingi pak bupati (pemberangkatan gowes) selanjutnya ya kita bergeser hadiri acara lain," ujarnya.

Ia juga menyesalkan peristiwa tersebut. Atsalis mengklaim adanya pelanggaran kode etik dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Karena olahraga wisata tidak selayaknya harus dengan mengekploitasi perempuan secara berlebihan.

AYO BACA : 249 Warga Jawa Timur Postif Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar