COVID-19 KLASTER KELUARGA: Begini Cara Mencegahnya Agar Tidak Meluas

  Senin, 14 September 2020   Rizma Riyandi
EPA

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Meski sudah melewati setengah tahun, penyebaran virus Corona atau Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Justru angka kasus baru terus mengalami peningkatan dan munculnya klaster-klaster baru, di antaranya klaster keluarga.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Bidang Kesekretariatan, Protokoler dan Public Relation Halik Malik menyatakan Covid-19 terbukti telah mengancam kehidupan dengan tingginya angka kesakitan dan kematian yg ditimbulkan sepanjang pandemi ini. 

AYO BACA : COVID-19 KLASTER KELUARGA: Ketahui Bahaya dan Cara Penularannya

"Termasuk di antaranya munculnya sejumlah keluarga yang turut menjadi korban bahkan menjadi klaster penularan," ujar Halik Malik saat dihubungi Republika.co.id, Senin (24/8).

Halik Malik menambahkan, kelompok masyarakat yang berisiko dan rentan sebisa mungkin dilindungi dari bahaya penularan. Terutama orang tua dan lainnya yang berada di rumah. Karena itu, menurutnya, setiap orang perlu secara aktif melakukan upaya pencegahan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

AYO BACA : Perhatikan! Langgar Protokol Kesehatan di Jatim Didenda Rp 250 Ribu

"Diperlukan kewaspadaan dari semua pihak karena siapa pun bisa tertular dan menularkan virus corona. Covid-19 tidak mengenal tempat, waktu, usia, pekerjaan dan status sosial seseorang," ungkap Halik Malik.

Untuk mengantisipasi atau setidaknya agar klaster keluarga tidak tambah meluas, Halik Malik berpesan, agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan melaksanakan protokol kesehatan. Seperti selalu memakai masker terutama di saat berada luar rumah, menjaga jarak fisik aman 1,5 sampai 2 meter dan hindari kerumunan dan selalu cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

"Kurangi pemakaian AC, gunakan ventilasi alami dengan membuka jendela dan pintu. Kemudian cek kesehatan dan konsultasi jika ada risiko dan gejala, jika terdeteksi positif Covid-19 segera isolasi mandiri dan dirawat jika terdapat keluhan," pesan Halik Malik.

 

AYO BACA : 249 Warga Jawa Timur Postif Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar