Penyelenggara 'Jalur Gowes Gadis Desa' Masih Jadi Teka-teki

  Selasa, 15 September 2020   Rizma Riyandi
Jalur Gowes Gadis Desa, Viral Video Pesepeda Rebutan Selfie Wanita Berjarit (Instagram)

MALANG, AYOSURABAYA.COM -- Teka teki siapa pemilik program olahraga bertajuk Jalur Gowes Gadis Desa di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, belum terjawab.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang masih memanggil pihak-pihak untuk diklarifikasi, Senin (14/9/2020). Salah satu yang dipanggil adalah Camat Karangploso Indra Gunawan.

"Sudah dipanggil Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ini tadi. Intinya klarifikasi, saya kan hanya mendampingi saja karena ada Pak Bupati (Sanusi), saya kan juga diundang," kata Indra dihubungi melalui telepon selulernya.

AYO BACA : Kasus Covid-19 Indonesia Senin 14 September Tembus 3.141 Orang, Waspadai Juga Klaster Keluarga

Ia melanjutkan, gowes pada Minggu 6 September 2020 lalu itu diselenggarakan oleh paguyuban desa Kecamatan Karangploso. Namun, dalam pelaksanaannya, termasuk mengatur jalur gowes, melibatkan pihak ketiga atau event organizer (EO).

Meskipun demikian, Ia tidak tahu menahu siapa EO tersebut. Namun, lajut Indra, Jalur Gowes Gadis Desa yang menyuguhkan dua perempuan hanya memakai kemben atau jarit tersebut ilegal.

"Tidak ada jalur itu (Gadis Desa). Itu 'ngamen'. Sama seperti kalau ada ramai-ramai wisuda, kan ada tukang foto," ujarnya.

AYO BACA : Basement RSUD dr Soetomo Kebakaran

Masalahnya dalam poster promosi yang viral di media sosial mencantumkan logo branding Kabupaten Malang. Apalagi kegiatan tersebut sempat dihadiri oleh bupati setempat, M Sanusi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara mengatakan, kegiatan tersebut bukan diselenggarakan pemerintah, melainkan event organizer. Namun pihaknya enggan menyebutkan nama pihak penyelenggara.

Made juga membenarkan kalau Bupati Sanusi juga sempat hadir di sana. "Karena diundang, bupati pasti hadir. Tapi kita kan cuma diundang untuk pemberangkatan," katanya saat dihubungi suara.com.

Belakangan Made baru tahu kemunculan poster kontroversial dan viral cewek memakai kain jarik alias kemben Jalur Gowes Gadis Desa dengan mencantumkan branding resmi pariwisata Pemkab Malang.

Pemkab juga kaget setelah poster event olahraga itu viral di berbagai platform media sosial. Bahkan telah banyak komplain yang diterima Made. "Jangan sampai terjadi eksploitasi perempuan seperti itu. Banyak yang komplain langsung ke saya, terutama ibu-ibu," katanya.

AYO BACA : COVID-19 KLASTER KELUARGA: Pemerintah Minta Tes Diperluas dan Pasien Tidak Diisolasi Mandiri

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar