Bandar Sabu di Surabaya Tewas Dibedil, Polisi Ungkap Jaringan yang Lebih Besar

  Selasa, 15 September 2020   Rizma Riyandi
Para tersangka jaringan bandar sabu Surabaya (suara.com)

BUBUTAN, AYOSURABAYA.COM -- Bandar sabu-sabu bernama Fajar Ricky ditembak mati pada Sabtu (12/9/2020) malam. Ia merupakan bandar gede sabu untuk wilayah Jawa Timur.

Tersangka yang ditembak tim Satreskoba Polrestabes Surabaya itu tinggal di Apartemen Gunawangsa Tower A, Manyar-Surabaya. Penangkapan Fajar ternyata menguak fakta baru. 

Sebanyak 28,8 Kilogram Sabu, dan 14.700 butir pil ekstasi diamankan polisi. Tak puas dengan tangkapan tersebut, kepolisian mengejar bandar yang lebih besar lagi di atasnya. 

"Kami masih kejar lagi untuk bandar level II dan level I," kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Eddison Isir, di Mapolrestabes Surabaya, kemarin.

Selain Fajar, ada tiga lainnya yang dibekuk yaitu Dodi Sanjaya (32) warga Sulawesi Tenggara, Andi Sumarlan (34) warga Kalimantan Selatan, dan satu lagi Budianto (37) tinggal di apartemen yang sama dengan Fajar Rizky.

AYO BACA : COVID-19 KLASTER KELUARGA: Begini Cara Mencegahnya Agar Tidak Meluas

Hampir sama dengan Fajar, ketiga tersangka narkoba yang diamankan ditembak. Hanya saja ditembak di bagian kakinya karena sempat mencoba melarikan diri ketika disergap.

Penangkapan ini awalnya dari penyergapan dua tersangka yaitu Dodi dan Andi. Mereka ditangkap saat perjalanan menggunakan bus menuju ke Jawa Tengah.

Keduanya sudah diikuti oleh anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya saat berada di bus. Hingga akhirnya disergap ketika turun dari bus.

"Kami amankan lima kilogram sabu dari tersangka ini. Mereka mengaku mendapat sabu dari napi di lapas di Jatim. Mereka sempatencoba kabur sehingga terpaksa kami lumpuhkan," jelas Jhonny Edison.

Setelah mengamankan kurir dan pengedar sabu ini. Polisi mendapat informasi keberadaan Bede di salah satu apartemen. Penggerebekan dilakukan di salah satu unit apartemen.

AYO BACA : COVID-19 KLASTER KELUARGA: Pemerintah Minta Tes Diperluas dan Pasien Tidak Diisolasi Mandiri

Benar saja, ada tiga orang di dalamnya. Ada tersangka Fajar dan Budianto, serta satu wanita yang diketahui sebagai kekasih Fajar. "Saat itu kami amankan 23 kilogram sabu dan 14.700 butir pil ekstasi, " ujarnya.

Setelah itu, tersangka Fajar dikeler ke rumah yang dikatakan masih ada sabu-sabu di dalamnya. Tersangka mengaku sabu disimpan di sebuah rumah di Jalan Wonorejo Timur.

Tersangka mengambil tas di dalam rumah tersebut ternyata ada senjata tajam di dalamnya dan diarahkan ke anggota. "Kami terpaksa memberi tembakan tegas terukur dan keras pada tersangka Fajar," ujarnya.

Pihaknya masih mencoba mengungkap jaringan atasnya. Salah satunya berkoordinasi dengan Drug Enforcement Administration (DEA) organisasi yang memerangi penyelundupan narkoba di Amerika. Pihaknya bekerja sama untuk mengungkap jaringan level I dan II.

"Karena ini menyangkut jaringan luar negeri kami akhirnya berkoordinasi dengan DEA dan Mabes Polri, serta BNN untuk mengungkap. Sudah ada pertemuan dan membicarakan tentang modus serta hal lainnya," ujarnya.

Sementara tersangka Dodi yang berada di kursi roda mengaku baru setahun melakukan aksinya ini. Ia mengedarkan sabu yang didapat dari Fajar.

Dulu ia sempat mengedarkan di Surabaya dan Jawa Timur, ia sempat ditangkap dan baru bebas. Kemudian ia mulai masuk ke bisnis ini lagi.

AYO BACA : Denda Tak Pakai Masker di Sidoarjo Rp150 Ribu, Bikin Pingsan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar