Tawuran Perguruan Silat di Madiun Viral, Netizen: Pendekar Goblok

  Senin, 21 September 2020   Rizma Riyandi
Bentrok antar perguruan silat di Kota Madiun mencekam (Foto: Facebook)

MADIUN, AYOSURABAYA.COM -- Video bentrok antar perguruan silat di Kota Madiun mendadak viral di media sosial. Dilansir dari Suara.com, video berdurasi 5 menit itu menggambarkan suasana bentrok yang diduga antara PSHT dan PSHW.

Bentrokan terjadi malam ini di kawasan Jalan Raya Trunojoyo, Kota Madiun. Dalam video tersebut nampak iring-iringan sepeda motor meraung-raung, lalu terdengar teriakan orang tawuran dan lemparan batu ke arah tugu salah satu milik perguruan silat.

AYO BACA : Ketua KPU Positif Corona, JK: Pilkada Harus Ditunda

Beberapa video juga menunjukkan anak-anak muda kocar-kacir karena mendapat serangan. Orang-orang tua, pemuda, perempuan, dan anak-anak nampak berlarian menghindari bentrokan tersebut.

Video ini diunggah pemilik akun Facebook bernama Ki Narto Sapdo. Diunggah beberapa jam lalu, video ini langsung saja diserbu komentar netizen.

AYO BACA : Niat Kabur, Perampok Rumah dan Motor Malah Tenggelam di Sungai Brantas

Banyak di antara komentar yang menuliskan harapan agar kedua perguruan pencak silat terbesar di tanah air ini berdamai. Mengingat PSHT dan PSHW selalu terlibat bentrok. Tidak hanya di Madiun, namun di beberapa kota lain juga.

Netizen pun ikut berkomentar kesal,salah satunya pemilik akun bernama MustaQim Punkyangtaat. Dia menulis begini: "Bisa diselesaikan dgn damai cara baik2.klau gk bisa yaa sambung aja tunjukan jurus masing2,dan kluarin pendekar yg kuat,,yg kalah harus ngakuin kekalahannya... Itu baru pencak silat, jgn tawuran kyk anak2 sekolah yg rugi juga warga sekitar,.."

Lalu pemilik akun FB lainnya bernama Iman Tanjung berkomentar geram: "Bukanya jiwa silat itu jiwa yg ksatria ya, kok ini malah tawuran."

Pemilik akun Nurul Hidayati yang menulis komentar seperti ini: "Pendekar goblok tdk bisa menaklukan emosi masing masing. Lebih baik byk belajar ilmu agama lebih manfaat ke sesama manusia. Dari pada jdi pendekar tapi bikin kerusuhan masyarakat menjadi takut dan tidak tenang."

Video ini pun belakangan ikut memanasi para pendekar di kedua kubu, terutama grup-grup media sosial kepengurusan cabang daerah lain. Hal ini nampak dari komentar-komentar grup media sosial kedua perguruan yang bermarkas di beberapa kabupaten dan kota.

AYO BACA : Klaster Pesantren Muncul di Lamongan, 36 Santri Terpapar Covid-19

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar