Cegah Covid-19 Klaster Keluarga dengan Konsumsi Jahe! Ketahui Khasiat dan Cara Meraciknya

  Rabu, 23 September 2020   Rizma Riyandi
Jahe (Pixabay)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Pandemi membuat semua orang berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak terjangkit Covid-19. Selain dengan olahraga, banyak orang mengonsumsi makanan tertentu untuk menjaga imunitas, salah satunya jahe.

Jahe atau zingiber officinale memiliki khasiat dalam pencegahan dan pengobatan berbagai penyakit. Secara tradisional, jahe dimanfaatkan untuk mengobati batuk, pilek, sakit kepala, gangguan pencernaan, rematik, infeksi saluran kemih dan mengatasi rasa mual/muntah.  

Dikutip dari Buku Saku Bahan Pangan Potensialuntuk Anti Virus dan Imun Booster dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Kementerian Perntaian, hasil studi menunjukkan bahwa ekstrak jahe memiliki aktivitas biologis, diantaranya sebagai antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, antikanker, imunomodulator dan antivirus.

Khasiat

Komponen yang berkontribusi pada aktivitas biologis jahe berasal dari senyawa volatil maupun non-volatil. Komponen volatil merupakan minyak atsiri yang membentuk aroma khas jahe (3-5%) dan didominasi oleh komponen monoterpen dan seskuiterpen. Komponen monoterpene didominasi oleh ar-curcumene dan myrcene.

Seskuiterpen terdapat dalam jumlah yang besar dengan komponen utama zingiberene dan β-phellandrene. Jahe mengandung komponen non-volatile yang menentukan cita rasa pedas khas jahe (pungent), yang didominasi oleh gingerol dan shogaol. Khasiat atau aktivitas biologis jahe, seperti antikolesterol, anti-pembekuan/penggumpalan darah (anti-thrombotic/anti-platelet), anti-inflammatori (anti-peradangan) serta vaskodilator (pelebar pembuluh darah).

AYO BACA : Tes Corona Terbanyak, Jatim Lakukan 933.082 Rapid Test dan 288.304 Swab Test

Sifat tersebut dimanfaatkan untuk menurunkan tekanan darah dan mengurangi beban kerja jantung. Jahe juga memiliki kemampuan sebagai  antidiabetik,  antikanker, analgesik  (anti  nyeri),  antipiretik (penurun  panas),  antioksidan, antibakteri,  anti-radiasi,  anti-alergi, imunomodulator dan antivirus.Pengujian  aktivitas  antivirus jahe,  antara lain  dalam percobaan pemberian jahe (300 μg/ml) pada sel saluran  pernafasan  manusia,  jahe segar  dapat  menurunkan  infeksi human  respiratory  syncytialvirus (HRSV)  sebesar  70%  (pada  sel bagian atas dan bawah), sedangkan jahe  kering hanya dapat menekan infeksi sebesar 20% (hanya pada sel bagian  atas).

Gingerol  merupakan komponen  utama  yang  berperan sebagai  antivirus.  Studi  lain  yang dilakukan pada  sel  darah manusia yang  berinti bulat  (peripheral blood mononuclear cell/PBMC) menunjukkan, bahwa ekstrak-air jahe memiliki kemampuan sebagai anti-inflamasi dan  anti-virus new  castle disease (NDV).  

Jahe juga membantu membunuh virus flu dan gejala-gejalanya seperti demam dan batuk pilek. Meningkatkan asupan makanan dan minuman yang kaya antioksidan seperti ekstrak jahe dapat memerangi peradangan dan menjaga sistem kekebalan tubuh tetap sehat.

Pembuatan Produk

Produk jahe terdapat dalam berbagai bentuk di pasaran, mulai dari produk makanan, minuman, bumbu, jamu, suplemen hingga obat-obatan. Produk makanan seperti pikel/ acar,  manisan,  pasta,  irisan  kering  dan  serbuk  menggunakan rimpang  jahe  sebagai  bagian  dari produk,  sedangkan  produk  lain berupa permen, serbuk instan dan minuman  siap  saji,  produk suplemen/obat (kapsul, tablet, tablet effervescent)  menggunakan ekstrak yang  diformulasikan dengan bahan lain.

Proses  pengolahan  seperti pengeringan  dapat  mengubah komposisi  bahan  aktif  jahe  yang berujung pada berubahnya cita rasa dan  khasiat jahe. Cita rasa pedas pada jahe segar berasal  senyawa gingerol, sedangkan pada jahe kering, rasa pedas dikontribusikan oleh senyawa shogaol,  yang merupakan produk degradasi termal dari  gingerol.  

AYO BACA : Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso Tidak Akan Paksakan Mahmoud Eid Bermain

Pada proses pengeringan, pemasakan dan penyimpanan dalam jangka waktu panjang, gingerol dapat terkonversi menjadi shogaol dan zingerone. Bahan aktif pada jahe terdapat dalam bentuk minyak dan oleoresin. Minyak dapat diperoleh melalui proses penyulingan, sedangkan oleoresin  dapat  diperoleh melalui ekstraksi menggunakan pelarut seperti etanol, matanol, etil  asetat, aseton  dll.  Ekstraksi  juga dapat dilakukan  dengan air.  

Ekstraksi dengan pelarut yang berbeda akan menghasilkan  ekstrak  dengan karaketristik  dan  aktivitas  biologis yang  berbeda. Sebagai contoh, ekstraksi  dengan  methanol  akan menghasilkan ekstrak yang kaya akan gingerol, sedangkan ekstraksi dengan etil asetat hanya memberikan sedikit kandungan gingerol. Hal  ini akan memberikan hasil yang berbeda pula  pada  aplikasinya.  Ekstrak methanol dapat menurunkan kadar gula  darah, sedangkan ekstrak etil asetat  lebih  berperan  dalam menurunkan  kadar  lemak  dalam darah dan berat badan.

Dosis dan Efek Samping

Jahe tergolong herbal yang aman untuk dikonsumsi. Hanya sedikit  kasus  efek  samping  yang dilaporkan  akibat  konsumsi  jahe sebagai suplemen.

Walaupun jahe memiliki khasiat sebagaian timual/muntah, namun penggunaannya untuk ibu hamil masih menyimpan kekhawatiran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak jahe kepada tikus bunting  pada  dosis 1000 mg/kg selama 15 hari tidak memperlihatkan adanya bahaya.

Namun beberapa studi lainnya melaporkan adanya gangguan perkembangan janin  serta  ketidak-seimbangan rasio hormone estrogen-testosteron pada  janin. Pengujian pemberian produk teh jahe (15 – 50 g/l) pada tikus bunting selama 15 hari menunjukkan adanya  peningkatan peluang  kematian  dini  pada  janin, namun janin yang selamat ditemukan memiliki  bobot  yang  lebih  tinggi daripada  janin  kontrol  yang  tidak diberi asupan teh jahe.

Studi klinis asupan jahe pada dosis 400  mg  sebanyak  3  kali  per  hari selama  14  hari  berturut-turut menunjukkan adanya efek samping minor  berupa  diare  pada  seorang peserta  uji  pada  hari  kedua pemberian. Asupan jahe lebih dari 6 g dapat  menyebabkan  iritasi  pada lambung. Selain itu, reaksi alergi juga dapat  terjadi  apabila  menghirup serbuk jahe.

 

AYO BACA : Umrah untuk Warga Luar Negeri Dibuka 1 November, Simak Ketentuan dan Cara Pendaftarannya!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar