Cegah Covid-19 dengan Konsumsi Kunyit! Perhatikan Khasiat dan Cara Mengolahnya

  Kamis, 24 September 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Kunyit (pixabay)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Salah satu upaya agar terhindar dari Corona adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Saat ini banyak masyarakat mengonsumsi berbagai jenis vitamin atau asupan tertentu untuk meningkatkan imunitas tubuh. Tapi pernahkah Anda mencoba mengonsumsi kunyit untuk menjaga imunitas?

Dikutip dari Buku Saku Bahan Pangan Potensialuntuk Anti Virus dan Imun Booster dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Kementerian Pertanian, Kunyit atau Curcuma Kdomestica Val merupakan tanaman obat dengan kandungan bahan aktif utama kurkumin sebesar 3-5%. Kunyit termasuk dalam 10 jenis tanaman obat yang paling banyak digunakan oleh pengobat tradisional dari berbagai suku di Indonesia.

Dalam penggunaannya kunyit bisa digunakan secara tunggal atau biasanya dicampurkan dengan berbagai ramuan obat tradisional atau jamu, minuman kesehatan, bumbu dapur dan formula kecantikan.

Komponen Aktif dan Manfaat

Senyawa utama rimpang kunyit adalah kurkuminoid, suatu golongan flavonoid yang memiliki 3 senyawa turunan yaitu kurkumin, bisdesmetoksikur-kumin dan desmetoksikurkumin. Kunyit sudah banyak diteliti baik secara in vitro maupun in vivo pada tahap pra klinis serta riset klinis dan terbukti memiliki banyak manfaat terhadap kesehatan.Tidak kurang dari 3000 uji pra klinis telah dilakukan terhadap kurkumin.

Manfaat kunyit secara umum bagi kesehatan antara lain sebagai antioksidan, antiinflamasi, antitumor, antimikroba, pencegah kanker, menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol, serta sebagai pembersih darah. Hasil uji klinis kurkumin dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh yaitu berperan sebagai imunomodulator. Kurkumin bersama beberapa bahan aktif sudah diteliti berpotensi sebagai  kandidat antivirus SARS-CoV-2.

AYO BACA : Tipu Warga Sampai Rp 18 Miliar, Dukun Palsu Akhirnya Dibekuk Polisi

Kurkumin mampu berikatan dengan reseptor protein SARS-CoV 2, melalui ikatan dengan domain protease (6Lu7) dan spike glikoprotein. Ikatan ini berpotensi untuk menghambat aktivitas Covid-19. Hasil penelitian lain di India juga menyimpulkan bahwa kurkumin dan katekin keduanya memiliki ikatan/afinitasyang  kuat  dengan S-protein dan ACE2.  

ACE2 merupakan reseptor/pintu masuk virus. Hal  itu menunjukkan bahwa kurkumin dapat memblokir reseptor sel inang untuk masuknya virus sehingga infeksi virus dapat  dicegah.  Selain  itu  kedua polifenol tersebut (kurkumin dan katekin) merupakan imuno stimulan yang kuat.Kurkumin diketahui menghambat pelepasan senyawa tubuh  penyebab peradangan atau sitokin proinflamasi seperti interleukin-1, interleukin-6 dan tumor necrosis factor-α.

Pelepasan sitokin dalam jumlah banyak (badai sitokin) dapat menumpuk pada organ paru-paru kemudian menimbulkan sesak. Dengan terhambatnya pengeluaran sitokin, maka tidak akan terjadi badai sitokin. Mekanisme ini  menjelaskan peran  kurkumin  dalam  mencegah terjadinya badai sitokin pada infeksi virus. Kurkumin juga  memiliki efek menghambat proses pertumbuhan virus, baik secara langsung dengan cara  merusak fisik virus  maupun melalui penekanan jalur pensinyalan seluler yang penting dalam proses replikasi virus.

Pembuatan Produk

Produk olahan kunyit cukup beragam, baik berasal dari rimpang segar, simplisia  kering, serbuk, maupun ekstrak. Salah satu produk yang  banyak dikenal adalah kunyit asam. Kunyit asam merupakan jenis minuman sehat berbahan baku kunyit. Kunyit asam  bisa dibuat dengan mencampurkan rimpang segar kunyit yang  dihaluskan sebanyak 30-40 gram atau 2-3 gram serbuk kunyit, ditambahkan 10 gram asam atau daun asam, dilarutkan dengan  sekitar 300 ml air panas mendidih atau direbus sekitar 10 menit.

Perebusan harus menggunakan panci stainless steel atau gerabah,  tidak  boleh menggunakan  panci  alumunium karena  akan  bereaksi  dengan komponen bioaktif. Ramuan kunyit bisa  diminum 2-3  kali  sehari. Hasil penelitian menyebutkan  bahwa formula kunyit 10% dan asam jawa 5% (v/v) menghasilkan  minuman dengan kapasitas antioksidan 99.594 ppm AAE dan kadar total fenol 97.451 ppm. 

AYO BACA : Kuota Gratis Tahap 1 Berakhir Hari Ini! Cek Cara Verifikasi Kartu XL dan Telkomsel

Diversifikasi minuman fungsional kunyit asam dengan tambahan jeruk nipis 2 % menghasilkan kapasitas antioksidan sebesar 103.761 ppm AAE, nilai LD 50 pada zona unclassified atau tingkat keakutan  toksik sangat rendah. Formula tersebut juga stabil selama  59  hari pada suhu ruang 0(30 C) dan 178 hari pada suhu lemari 0pendingin (5 C).Produk minuman kesehatan yang lebih praktis  adalah dalam bentuk serbuk instan dilakukan secara sederhana menggunakan wajan, atau lebih modern dengan spray dryer.

Minuman serbuk instan dari ekstrak kunyit  segar  bisa  dibuat  dengan bahan kunyit segar sebanyak 1 kg, 1 L air dan 500 gram gula pasir. Kunyit yang  sudah dibersihkan diiris tipis, diblender kemudian dimasak dengan wajan sampai mengental, ditambahkan gula dan diaduk sampai kering. Untuk menambah rasa bisa ditambahkan  daun  pandan.

Untuk minuman instan dengan spray dryer, dilakukan  penambahan bahan pengisi seperti maltodekstrin sebanyak 10-20%. Bahan baku yang digunakan adalah hasil  ekstraksi serbuk kunyit dengan alkohol 70%. Ekstrak kemudian dikeringkan dengan rotavapor sampai terbentuk oleoresin kunyit. Bentuk  oleoresin lebih awet dan memiliki kandungan bahan aktif lebih tinggi dibanding ekstrak air.

Dosis dan Efek Samping

Kunyit merupakan salah satu jenis produk minuman fungsional yang  aman. The Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives(JECFA) menyatakan tingkat asupan kurkumin harian yang disarankan adalah 0-3 mg per kilogram berat badan. Suplemen kesehatan  dari kunyit biasanya mengandung sekitar 150-250 mg kurkumin. Untuk tujuan pengobatan dosis kurkumin bisa sampai 1 gram/hari.  

Penggunaan serbuk kunyit sebanyak 3-5 gram/hari cukup aman, bisa  ditambahkan dalam jus jeruk atau  ditambahkan ramuan lain seperti jahe atau asam. Food and Drugs Administration (FDA-Amerika  Serikat) juga mengakui bahwa kunyit Generally Recognized as Safe sebagai aditif makanan. Efek samping serius pada manusia  yang  mengonsumsi kurkumin dosis tinggi belum pernah dilaporkan. Percobaan peningkatan dosis oral tunggal kurkumin hingga 12 gram/hari yang diberikan pada 24 orang dewasa dinyatakan aman, terjadinya efek samping, seperti diare, sakit kepala, ruam, tinja kuning, tidak terkait dengan dosis. Penelitian lain menyimpulkan bahwa dosis 3,6-8 gram per hari tidak menyebabkan efek samping serius.

Walau dinyatakan aman, namun karena kunyit juga mengandung senyawa-senyawa lain maka dianjurkan untuk penggunannya tidak  boleh berlebihan. Orang-orang yang memiliki penyakit seperti gangguan pada empedu, diabetes melitus, masalah perdarahan atau gangguan pembekuan darah, kekurangan zat besi, Gastroesophageal  Reflux Disease (GERD), endometriosis, kanker payudara, kanker rahim dan kanker ovarium, serta ibu hamil dan menyusui disarankan  untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan kunyit untuk pengobatan.

AYO BACA : Ternyata Pakai Kacamata Bisa Tekan Risiko Penularan Covid-19

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar