Kisah Guru Honorer Rintis Usaha yang Hanya Bermodalkan Insentif Kartu Prakerja

  Sabtu, 26 September 2020   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ilustrasi program Prakerja

AYOSURABAYA.COM--Prakerja bukan hanya sekadar program pemerintah yang sia-sia di masa pandemi Covid-19 seperti ini. Ada banyak hal positif yang bisa diambil dari program tersebut.

Salah satunya dirasakan Asep Hari Ismail yang sebelumnya merupakan guru honorer di Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Cimonce, Sukajadi, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.  

Asep menjadi satu dari banyaknya peserta yang dinyatakan lolos Program Kartu Prakerja gelombang ke-4 yang diumumkan, Minggu (16/8/2020). Adapun peserta yang lolos pada gelombang ke-4 sebanyak 800.000 orang dari total pendaftar 1,2 juta orang.

Dampak pandemi Covid-19 memang membuat pendapatan Asep menurun drastis. Asep pun akhirnya mendaftarkan diri pada program tersebut untuk gelombang keempat Agustus 2020 lalu.

Saat menerima insentif Kartu Prakerja senilai Rp600.000, Asep memutuskan untuk menggunakannya sebagai modal usaha. Asep memutuskan merintis usaha kaligrafi kecil-kecilan atau sekadar membeli alat-alat lukis untuk pekerjaan sampingannya itu.

"Insentif udah cair satu kali, baru bulan (September) ini aja. Kalau saya kemarin dipakai buat beli alat-alat, dipakai modal buat bikin kaligrafi. Ada yang pesan kaligrafi, terus disuruh bikin dekorasi masjid saya bikin aja. Untung ada modal," kata Asep, Jumat (25/9/2020).

Pria berusia 34 tahun itu pun lantas tidak menyia-nyiakan kesempatan usai dinyatakan sebagai peserta program Kartu Prakerja. Memiliki latar belakang pendidikan jurusan Bahasa Inggris dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Asep memilih aplikasi SEKOLAHMU dalam program Kartu Prakerja untuk mempelajari keahlian Job Interview Menggunakan Bahasa Inggris. Dia mengaku sangat membutuhkan keahlian itu jika ingin melamar pekerjaan baru atau ketika ingin mengembangkan kemampuan.

"Pelatihan ikut di SEKOLAHMU. Kalau program yang saya ikutin lebih ke pembelajaran Bahasa Inggris karena pas tahu ada pelatihan Belajar Bahasa Inggris dengan cepat, wah ikutin saya. Saya udah gabung dua kali pelatihan," katanya.

Asep menuturkan, setelah peserta yang dinyatakan lolos, mereka memang akan mendapat dana subsidi awal sebesar Rp1.000.000 yang khusus digunakan untuk membayar biaya pelatihan. Saldo ini tidak dapat dicairkan.

AYO BACA : Kisah Warga yang Lolos Program Kartu Prakerja dan Ikut Pelatihan

Setelah menyelesaikan kelas pelatihan dan men-submit sertifikat, peserta kemudian akan mendapat dana insentif Rp2.400.000 yang akan diberikan secara bertahap Rp600.000/bulan selama 4 bulan.

"Teknis pelatihan pertama harus selesai dulu sampai dapat sertifikat, dan sertifikatnya harus masuk dulu ke dashboard Prakerja. Setelah itu baru bisa ikut pelatihan lagi dan ada laporan tiap sekali pelatihan," katanya.

"Setahu saya juga, ada survei setelah seminggu pencairan. Disurvei nanti uangnya dipakai buat apa aja. Apa buat bayar kontrakan kah? buat bayar listrik, bayar apa aja, terserah kita. Misal dipakai modal usaha, keluar berapa, penghasilan jadi berapa, itu disebutin," ungkap Asep.

Di sisi lain, ada cerita menarik ketika Asep mendapatkan pelatihan dari program Kartu Prakerja berupa materi video. Asep mengatakan, selama mengikuti kelas ia merasa bosan. Namun selama mengikut kelas tak ada ada kendala teknis. Ia mengaku materi yang didapatkan bisa meningkatkan skillnya.

"Kalau saya sengaja ngambil pelatihannya yang gampang, biar bisa ngisinya. Soalnya ada soal khusus diakhir pelatihan. Tapi materi videonya kadang diskip karena membosankan. Tapi karena saya juga ngambil pelatihan yang dasar dulu jadi masih bisa. Setidaknya saya bisa ikut pelatihan dan dapat sertifikat, dan tahu cara presentasi menggunakan Bahasa Inggris buat job interview" katanya.

Sejatinya, Asep berkeinginan mendapatkan penghasilan lebih dengan usaha rintisannya itu. Namun tantangannya adalah modal usaha. Karenanya, ia berharap program insentif itu bisa diubah menjadi program pemberian modal usaha bagi masyarakat.

"Kalau mau buka usaha mah butuh modal, kalau untuk modal usaha Rp600.000 mana cukup. Mungkin ya buat modal receh-receh aja. Sekarang misalnya Rp600.000 dikasih buat modal usaha mana cukup," katanya.

Namun Asep menilai, insentif yang diberikan setidaknya bisa dimanfaatkan. Meski jumlahnya tak besar, dia memandang insentif ini bisa digunakan masyarakat untuk menabung atau menjadi bekal usaha yang bisa dimulai dengan modal yang sedikit.

"Kalau saya rasa lanjutkan lagi aja program ini. Terutama untuk mereka yang memang butuh karena walaupun nominalnya gak banyak, tapi setidaknya bisa membantu. Kecil tidak masalah, yang penting semua ke bagian," ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar