Langgar Perwali Covid-19, Izin Sejumlah Tempat Hiburan Kota Surabaya Dicabut

  Selasa, 29 September 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Penutupan tempat hiburan (nbcmiami.com)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Izin sejumlah tempat hiburan malam di Kota Surabaya, Jawa Timur, terpaksa dicabut. Hal ini dilakukan karena mereka melanggar Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran COVID-19.

Dilansir dari Republika.co.id, Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara di Surabaya mengatakan bahwa Perwali 33 Tahun 2020 ada ketentuan melarang pembukaan atau operasional tempat hiburan malam, seperti diskotik, karaoke, panti pijat, bar, dan spa.

AYO BACA : Tiga Alasan Utama Seseorang Tidak Patuhi Protokol Kesehatan

\"Makanya, tim Satgas COVID-19 yang melibatkan Satpol PP, Disbudpar, jajaran TNI/Polri melakukan pengawasan terhadap RHU ini, termasuk tempat hiburan malam ini,\" kata Febriadhitya, Senin (28/9/2020).

Sejumlah tempat hiburan malam masih ada yang beroperasi sehingga tim langsung menutup dan membubarkan serta memberikan peringatan kepada pengelola tempat hiburan malam itu. Saat pengawasan kedua, lanjut dia, ternyata masih nekat membuka kembali sehingga dibubarkan lagi dan diberi tanda silang pelanggaran dari Satpol PP.

AYO BACA : 5 Juta Buruh Ancam Mogok Kerja 6-8 Oktober

Setelah pihaknya melakukan pengawasan lagi, ternyata masih beroperasi. Atas rekomendasi dari tim pengawasan, termasuk dari TNI/Polri, dicabut izinnya. Selanjutnya, Disbudpar mencabut tanda daftar usaha pariwisatanya.

\"Karena surat izinnya dicabut, mereka belum boleh beroperasi dahulu,\" kata Febri.

Menurut Febri, ketika izinnya dicabut, belum ada ketentuan batas waktu penutupannya. Dengan demikian, apabila pemilik usaha ingin membuka usahanya kembali, harus mengurus izin lagi dari awal.

\"Jadi, mereka harus mengurus izin usahanya dahulu jika ingin membukanya lagi,\" katanya.

Sebenarnya, lanjut dia, sosialisasi Perwali 33 ini sudah lama dan terus dilakukan oleh jajaran Pemkot Surabaya bersama jajaran samping. Setelah sosialisasi, kata dia, sudah waktunya tahap pemberian sanksi sehingga penegakan sanksi tegas itu harus diberlakukan tanpa terkecuali.

AYO BACA : Bocoran Anyar Beredar, Ini Prediksi Tanggal Peluncuran Realme Q

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar