Viral Tukang Bubur di Surabaya Ini Jago Bahasa Inggris dan Jepang, Begini Ceritanya

  Selasa, 29 September 2020   Rizma Riyandi
Salah Pai alias Faiz (Kanan) saat melayani pembeli, pemain Futsal asal Belanda yang bermain di Klub BTS Surabaya (Suara.com/Arry Saputra)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Salah Pai, atau akrab disapa Faiz. Pria yang dikenal sebagai tukang bubur di Jalan Kranggan, Kota Surabaya itu mendadak jadi perbincangan netizen.

Pasalnya Faiz bukan tukang bubur biasa. Barangkali, di negeri ini cuma dia tukang bubur yang jago 'cas-cis-cus' ngomong pakai bahasa Inggris dan Jepang. Video Faiz berbicara bahasa asing (Inggris dan Jepang) sempat viral di media sosial akhir-akhir ini.

Dilansir dari Suara.com, ternyata pria mudah senyum ini mahir bahasa asing karena belajar otodidak tanpa sekolah. Faiz hanya lulusan sekolah dasar (SD). Ceritanya Ia sampai bisa dua bahasa itu karena tuntutan: merantau ke Bali harus bisa bahasa asing.

"Saya belajar bahasa Inggris dan Jepang secara ototidak ketika saya merantau ke Bali. Begitu saya bisa bahasa Inggris sedikit terus beralih ke bahasa Jepang," katanya, Sabtu (26/9/2020).

Faiz kelahiran 1968, artinya sekarang umurnya genap 52 tahun. Lulus SD ia tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Ia mulai belajar bahasa asing saat umurnya genap 20 tahun (1987 - 2006). Bahasa itu jadi bekalnya merantau ke Pulau Dewata sebagai pedagang minuman.

Hanya bermodal KKN (Keinginan, Ketekunan dan Niat) akhirnya fasih bahasa asing. Kuncinya, target sehari menguasai lima kosakata (vocabulary) yang dipelajari dari turis pembeli dagangannya, juga kawan-kawan seprofesi dengannya.

Satu semangatnya ketika berada di tempat orang yakni menghilangkan rasa gengsi. Gengsi artinya tidak bisa makan. Karena itu, motonya, bermalas-malasan hanya akan membuat hancur.

AYO BACA : Tiga Alasan Utama Seseorang Tidak Patuhi Protokol Kesehatan

"Kalau saya endak belajar, misalkan bermalas-malasan bakalan kelaparan di tempat orang. Oleh karena itu Saya yang penting harus niat. Saya kan dari Surabaya merantau ke Bali, kalau kelaparan mbambung enggak lucu kan ya, makanya saya harus mau, bisa gak bisa," ujarnya.

Pria paruh baya ini ternyata punya trik belajar cepat bahasa asing dengan lancar. Apa itu? Suap. Tapi di sini suap dalam arti positif. Demi paham kosakata, Ia akan membayar orang dengan minuman gratis sebagai bentuk terimakasih.

Selama lima tahun belajar Faiz sudah lancar berbahasa Inggris. Selanjutnya belajar bahasa Jepang. Setelah mahir dua bahasa itu, berikutnya bekerja sebagai guide turis asing di Bali.

"Di sana ya ada turis dari Jepang yang bisa bahasa Inggris. Kan endak segan-segan tanya. Tetap bayar saya, enggak gratis, biarpun itu teh botol, bir Coca-cola, atau Fanta," ujarnya.

"Mereka enggak mau tetap saya paksa. Kalau saya nanti endak mau bayar gitu ngentengin. Dalam arti kata kalau lupa bisa tanya lagi. Saya endak mau, jadi otak saya harus saya cambuk, jangan ngentengin sesuatu," katanya.

Jadi Penerjemah Sampai Tukang Bubur di Surabaya

Setelah merantau dari Bali dua dasawarsa, bapak tiga anak ini memutuskan pulang ke Surabaya. Di ibu kota Jawa Timur ini kemampuan Faiz tidak sia sia.

AYO BACA : 5 Juta Buruh Ancam Mogok Kerja 6-8 Oktober

Sebagai kota jasa terbesar kedua di Indonesia, kemampuan bahasa asing jelas penting. Buktinya Ia langsung mendapat tawaran kerja jadi translator klub futsal Bintang Timur Surabaya. Namun pekerjaan itu tidak lama, hanya setahun saja.

Berikutnya kerja serabutan, pernah jadi sopir panggilan dan guide turis asing di Surabaya. Ada kalanya pria paruh baya ini juga jualan buah-buahan. Terakhir jualan bubur kacang hijau sampai sekarang.

Menurut dia, translator tak bisa jadi kerjaan utama. Alasannya bukanlah jenis pekerjaan jangka panjang. Karena itu bila ia mendapatkan tawaran pekerjaan serupa belum tentu akan diterima. Faiz kini lebih enjoy dagang bubur kacang hijau.

Namun di era pandemi Covid-19 ini, jualan bubur juga terkena imbasnya. Bahkan ia mengakui sempat mau bangkrut karena pembeli sepi. Tapi berkat video viral-nya berbahasa Jepang, lapak jualanya kembali ramai.

Sebelum videonya viral, dengan modal dagangan Rp100 ribu, Faiz biasanya membawa pulang keuntungan Rp 35 sampai 60 ribu. Itu kadang jualan sampai malam. Setelah viral pendapatannya lebih dari itu.

"Alhamdulillah, (kalau bubur) banyak sisanya saya kasih ke orang-orang. Saya tidak mau menjual barang yang udah nginep. Karena rasanya lain. Jangan sampai menipu costumer," ujarnya.

Selain itu, sebelum viralĀ  Ia juga merasa disepelekan orang sebab kekasihnya berbahasa asing. Tapi Faiz merasa bodoh amat. Pandangan orang-orang itu berubah ketika videonya tersebar dan dikenal banyak orang.

"Orang Indonesia kan mesti memandang dengan sebelah mata, tidak peduli dengan orang-orang seperti saya, disepelekan. Karena viral saya bisa berbahasa Inggris, berbeda kemudian pandangannya," katanya.

"Buat saya pribadi kalau dikatakan sok-sokan bahasa Inggris, saya tidak peduli. Kalau kamu tidak bekerja keras maka kamu akan jatuh jadi begitu, cuek bebek aja lah," ujarnya.

AYO BACA : Bocoran Anyar Beredar, Ini Prediksi Tanggal Peluncuran Realme Q

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar