Kecelakaan Maut di Mojokerto, Keponakan Tewas Saat Dibonceng Paman

  Selasa, 29 September 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi (pixabay)

MOJOKERTO, AYOSURABAYA.COM -- Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Raya Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Senin (28/9/2020) malam. Siswi SMP bernama Tika Puspita Nur Aini (13), asal Desa Brebek RT 04 RW 04 Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo tewas saat berboncengan dengan pamannya.

Dilansir dari Suara.com, kecelakaan tersebut terjadi sekira pukul 21.31 WIB. Korban dibonceng pamannya, Sunardi (42) warga Dusun Krajan Utara RT 03 RW 15 Desa Watualang, Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi.

Korban dibonceng sepeda motor Honda Vario nopol AG 3518 UE dari Ngawi ke Sidoarjo. Sepeda motor paman korban berjalan dari arah barat ke timur dengan posisi truk yang tak diketahui identitasnya ada di depan.

Sampai di lokasi kejadian, sepeda motor paman korban menabrak bagian belakang truk. Korban meregang nyawa di lokasi kejadian, sementara truk kabur melarikan diri. Kanit Laka Satlantas Polres Mojokerto, Ipda J Wihandoko mengatakan, kecelakaan melibatkan sepeda motor dan truk yang tidak diketahui identitasnya.

AYO BACA : Kuota Gratis Tahap II Bulan Pertama Masih Berlangsung, Begini Cara Verifikasi Telkomsel dan XL

"Sepeda motor menabrak truk dari arah belakang, truk yang tidak diketahui identitasnya tersebut melarikan diri. Satu orang meninggal, yang dibonceng," katanya, seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Selasa (29/9/2020).

Masih kata Kanit, setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi, jenazah korban dievakuasi ke ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Sementara sepeda motor yang terlibat kecelakaan diamankan ke Kantor Unit Laka Satlantas Polres Mojokerto.

Sekeluarga Tewas Ditabrak Mobil Boks

Sebelumnya, kecelakaan maut juga terjadi di ruas Jalan Raya Jember - Lumajang, Kecamatan Semboro, Jember, Jawa Timur. Insiden yang terjadi di Desa Pondok Dalem, Kecamatan Semboro, Sabtu (26/9/2020) malam itu mengakibatkan tiga orang yang masih sekeluarga tewas. Dilansir dari Suarajatimpost.com (jaringan Suara.com), ketiganya tewas di lokasi kejadian dengan kondisi luka-luka berat di beberapa anggota tubuhnya.

AYO BACA : Viral Tukang Bubur di Surabaya Ini Jago Bahasa Inggris dan Jepang, Begini Ceritanya

Berdasarkan penuturan saksi mata, Nurfadli (34), kecelakaan antara mobil boks barang dengan sebuah motor berawal adanya sebuah minibus Toyota Avanza yang melaju dari barat ke timur. Mobil itu mengerem mendadak di depan mobil boks. Mobil boks yang melaju dengan kecepatan tinggi akhirnya tidak bisa mengelak hingga membanting setir ke kanan.

"Mobil Avanza dari arah barat ke timur ngerem mendadak, tiba tiba mobil boks datang dari arah belakang dan mungkin kaget dan banting setir ke kanan dan menabrak pohon serta warung dan pengendara motor dari arah timur ke barat," terang Nurfadli.

Tiga orang pengendara sepeda motor yang melaju dari timur ke barat menjadi korban dan tewas seketika. Korban tewas dari pengendara sepeda motor Yamaha Mio atas nama Fadila (47), Anam (50) serta bocah umur 11 tahun atas nama Sukron Azizi. Ketiganya warga Dusun Sadengan, Desa Rowotengah, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember.

Sementara pengemudi mobil boks bernama Agus (26) warga Kecamatan Rambipuji, Jember mengalami luka ringan. Akibat kecelakaan maut itu menyebabkan kemacetan di ruas Jalan Raya Pondok Dalem arah Jember-Lumajang. Terlebih kecelakaan terjadi saat akhir pekan dan kondisi jalan sedang ramai lalu lintas.

Guna mengurai kemacetan, polisi dari Mapolsek Semboro langsung turun ke lokasi. Sementara kasus kecelakaan maut ini ditangani unit Laka Lantas Polres Jember. Petugas mengamankan barang bukti kendaraan yang terlibat kecelakaan, sementara pengemudi mobil boks yang mengalami luka-luka dilarikan ke puskesmas terdekat.

 

AYO BACA : 2 Pelajar Asal Lamongan Ditemukan Tewas di Bendung Gerak Sembayat

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar