Resmi Peroleh Doktor, Dosen Unitri Malang Usung Disertasi Petani Muda

  Selasa, 29 September 2020   Adi Ginanjar Maulana
Ujian disertasi Eri Yusnita Arvianti

MALANG, AYOSURABAYA.COM - Masa pandemi Covid-19 sudah banyak membatasi semua orang untuk melakukan mobilitas. 

Walaupun demikian, tidak menyurutkan langkah dan semangat dari Eri Yusnita Arvianti yang merupakan salah satu dosen Fakultas Pertanian, program studi Agribisnis di Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang untuk segera menyelesaikan studi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sesuai dengan target studi yaitu 3 tahun. 

Dia merupakan mantan alumni lulusan S1 Universitas Brawijaya Malang tahun 2001, kemudian melanjutkan studi S2 di UGM pada tahun 2002 dan menyelesaikannnya di tahun 2004. Dan akhirnya kembali melanjutkan studi Doktoralnya di UGM Yogyakarta melalui beasiswa BUDI DN LPDP pada September 2017. 

Mengingat kondisi saat ini masih pandemi, ujian tertutup Eri dilaksanakan pada 23 September 2020 melalui media daring dari pukul 13.00 sampai dengan pukul 17.00 non-stop. 

Dengan promotor Mashuri, Co Promotor 1  Lestari Rahayu Waluyati, dan co Promotor 2  Dwidjono Hadi Darwanto. Adapun tim pengujinya adalah Any Suryantini, Jamhari, Jangkung Handoyo Mulyo, dengan penguji internal Subejo serta penguji ekternal Jabal Tarik Ibrahim dari UMM Malang. 

“Alhamdulillah rasa syukur saya panjatkan kepada Allah SWT karena ujian disertasi saya berjalan lancar,” ujarnya belum lama ini. 

Saat ditanya terkait judul penelitian, Eri memfokuskan pada petani muda yang telah lama digelutinya sejak tahun 2014. Pada penelitian disertasinya ini dia mengangkat tentang “Kinerja dan Minat Petani Muda dalam Usaha Tani Hortikultura di Kabupaten Malang".

Topik ini sangat hangat dan sedang booming dibicarakan masyarakat mengingat berkaitan dengan regenerasi pertanian dan petani milenial saat ini. 

“Saya sangat tertarik dengan penelitian petani muda karena berawal dari kepedulian saya pada buruh migran 2003 yang berimbas pada fenomena masyarakat tani di Kabupaten Ponorogo 2004," ujarnya. 

Adapun kiat menyelesaikan studi tepat waktu yakni terus berkonsentrasi menyelesaikan studi, banyak berdoa, membuat planning/perencanaan tiap tahapan studi, menjalin komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing. Ia berharap, melalui disertasinya, ke depan akan ada wadah bagi petani muda Indonesia.

“Saya ingin adanya suatu wadah petani muda Indonesia dengan adanya mengcompare kondisi petani muda di beberapa daerah supaya terjadi keharmonisan di semua pihah," katanya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar