Cegah Covid-19 dengan Daun Sirih! Begini Khasiat dan Cara Mengolahnya

  Rabu, 30 September 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Daun Sirih (Pixabay)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Salah satu upaya agar terhindar dari Corona adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Saat ini banyak masyarakat mengonsumsi berbagai jenis vitamin atau asupan tertentu untuk meningkatkan imunitas tubuh. Tapi pernahkah Anda mencoba mengonsumsi daun sirih untuk menjaga imunitas?

Dikutip dari Buku Saku Bahan Pangan Potensialuntuk Anti Virus dan Imun Booster dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Kementerian Pertanian, tanaman sirih yang merupakan famili dari Piperaceae dikenal sebagai tanaman yang memiliki banyak manfaat untuk pengobatan. Tanaman sirih terdiri dari beberapa jenis. Sirih hijau dimanfaatkan masyarakat sebagai antiseptik, anti-peradangan dan anti analgenik yang dapat membantu penyembuhan luka.

Sirih gading, sering disebut dengan sirih Kun, memiliki warna daun hijau kekuning-kuningan. Jenis lainnya adalah sirih wulung atau sirih keraton yang terbilang langka dan memiliki keunikan dimana daunnya berwarna ungu apabila terkena sinar matahari. Sirih hitam adalah jenis sirih yang langka dan tidak semua tempat di Indonesia bisa ditumbuhi jenis ini. Ciri khasnya yaitu warna hitam pada daunnya yang tidak pudar meski telah melalui pengeringan.

Sirih merah dengan warnanya yang eksotis memiliki manfaat sebagai anti kanker, desinfektan dan anti jamur sehingga dapat digunakan sebagai antiseptik untuk bau mulut. Sirih Irian memiliki keunikan, yaitu daun berbentuk hati dengan diameter 10 cm, biasa disebut dengan sirih lalapan sebab daunnya sering dijadikan lalapan.

Selain daun sirih yang berukuran besar, terdapat sirih dengan ukuran kecil seukuran uang logam 500 rupiah sehingga sangat cocok untuk tanaman hias. Daun sirih dengan bulu-bulu halus pada daun dan batangnya disebut sebagai sirih bulu. Daun sirih yang berwarna keperakan disebut sebagai sirih perak atau silver yang mampu menarik perhatian pecinta tanaman hias.

AYO BACA : Raup Ratusan Juta, Begini Modus Pria di Madiun Ini Gadaikan Puluhan Mobil

Komponen Aktif dan Manfaat

Komponen utama dalam sirih adalah saponin, flavonoid, polifenol, dan minyak atsiri. Daun sirih dapat digunakan  sebagai  anti  bakteri karena  mengandung  4,2%  minyak atsiri yang sebagian besar terdiri dari betephenol, caryophyllen (sisquiterpene), kavikol, kavibetol, estragol,  dan  terpen.  Sirih dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan sifat antioksidannya.

Sebagai pencegahan Covid-19, sirih membantu menurunkan resiko pada orang  dengan  penyakit  penyerta seperti diabetes. Ekstrak daun sirih merah sebanyak 10 mg, 30 mg dan 100  mg  diketahui  bersifat  sebagai immunomodulator dengan meningkatkan  aktivitas  fagositosis makrofag. Ekstrak etanol 96% daun sirih merah dengan maserasi mampu menghambat  pertumbuhan  virus Newcastle  Disease  (NDV)  yang sering menyebabkan kematian pada unggas.  

Konsentrasi ekstrak daun sirih merah sebesar 1,10 dan 100 μg/ml dapat menghambat NDV hingga 50-94,79%. Komponen utama minyak atsiri terdiri dari fenol dan senyawa turunannya, diantaranya kavikol yang memiliki daya bakterisida lima kali lebih kuat dibandingkan fenol dan mempunyai  kemampuan mendenaturasi  protein  sel  bakteri. Flavonoid berfungsi sebagai antibakteri dan mempunyai daya antibakteri lima  kali lipat dari fenol terhadap Staphylococcusaureus.

Estragol mempunyai sifat anti bakteri, terutama terhadap Shigella sp. Monoterpana dan seskuiterpana memiliki sifat sebagai antiseptik, anti peradangan dan anti analgenik yang dapat membantu penyembuhan luka serta  meningkatkan  aktivitas monofenolase dan  difenolase pada enzim  tirosinase.  Pemberian  air rebusan sirih merah pada tikus jantan galur Sprague  dawley  dapat menurunkan  kadar  glukosa  darah dengan cara  memperbaiki kelenjar eksokrin pankreas tikus yang rusak akibat aloksan.

AYO BACA : Subsidi Gaji Tahap 5 Harusnya Cair Sekarang, Bagaimana Jika Tak Kunjung Keterima?

Ekstrak etanol daun sirih merah dapat menghambat oksidasi asam lemak dengan daya hambat terbesar 80,40% pada konsentrasi 200 ppm dan  sebagai radical scavenger dengan nilai IC  5085,82 ppm, pada  konsentrasi 30% memiliki  aktivitas  sebagai  inhibitor enzim glukosa oksidase dan  pada konsentrasi 7,81-500  μg/mL dapat menghambat proliferasi sel kanker.

Pembuatan Produk

Sirih dapat dikonsumsi untuk mengatasi batuk, bronchitis, pendarahan gusi, asam urat, sembelit, radang, kolesterol dan penyakit jantung dengan memanfaatkan air rebusan dan dikonsumsi secara rutin. Sebagai antiseptik untuk membersihkan tenggorokan dapat dilakukan dengan mengunyah beberapa lembar daun sirih. Sedangkan untuk pengobatan luar sebagai analgesik, sirih dihancurkan  hingga  menjadi  pasta dan  dioleskan pada bagian yang sakit.

Dosis dan Efek Samping

Daun sirih hijau yang direbus dan  terlalu sering dikonsumsi akan menyebabkan mikroba baik bagi tubuh juga ikut mati.  Selain itu konsumsi berlebih daun sirih dengan dosis yang  belum diketahui dalam penggunaan jangka panjang akan berdampak pada kesehatan ginjal. Ekstrak etanol sirih bila dikonsumsi lebih dari 5000  mg/kg  bb  pada tikus akan mengakibatkan kematian.  

Dosis dan Efek SampingKonsumsi daun sirih dengan cara  dikunyah  dengan  dicampur kapur dan biji pinang menyebabkan kanker  mulut  dan  tenggorakan  karena  bersifat  karsinogenik. Pencucian mata dengan air rebusan sirih  dapat mengakibatkan   infeksi pada ulkus kornea akibat debu atau kotoran yang  masuk ke  bola  mata. Hal  ini  kemungkinan  disebabkan penyiapan rebusan daun sirih yang tidak tepat.

AYO BACA : Informasi Layanan SIM Keliling Kota Surabaya Hari Ini, Simak Persyaratan dan Biayanya!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar