Cegah Covid-19 dengan Minyak Kelapa Murni! Begini Khasiat dan Cara Mengolahnya

  Kamis, 01 Oktober 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Minyak Kelapa Murni (Pixabay)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Salah satu upaya agar terhindar dari Corona adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Saat ini banyak masyarakat mengonsumsi berbagai jenis vitamin atau asupan tertentu untuk meningkatkan imunitas tubuh. Tapi pernahkah Anda mencoba mengonsumsi minyak kelapa murni untuk menjaga imunitas?

Dikutip dari Buku Saku Bahan Pangan Potensialuntuk Anti Virus dan Imun Booster dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian Kementerian Pertanian, Kelapa (Cocos nucifera) dikenal sebagai tanaman penghasil multi produk dan tanaman tanpa limbah, bahkan disebut sebagai “tanaman kehidupan” (tree of life). Daging kelapa adalah bagian buah yang paling banyak dimanfaatkan, umum diolah menjadi minyak dan santan. Produk utama dengan keunggulan manfaat kesehatan dari kelapa adalah minyak kelapa murni atau virgin coconut oil  (VCO).

VCO merupakan bentuk minyak kelapa yang paling murni, tampilannya tidak berwarna, bening seperti air. The Asian Pacific Coconut Community pada 2003 mendefinisikan VCO sebagai minyak yang dihasilkan dari daging kelapa tua dan segar dengan cara mekanis dan alami, baik dengan adanya pemanasan maupun tidak, tanpa terjadi perubahan atau kerusakan pada minyak yang dihasilkan.

Proses ekstraksi VCO tidak melibatkan penggunaan bahan kimia, suhu tinggi, atau perlakuan sinar ultraviolet, sehingga lebih bermanfaat karena semua komponen aktif alami seperti antioksidan, vitamin dan polifenol dapat dipertahankan. VCO telah dikenal sebagai minyak nabati paling sehat dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan seperti makanan, minuman, pengobatan, farmaseutikal, nutraseutikal dan kosmetik.

Komponen Aktif dan Manfaat

Kandungan utama VCO adalah asam lemak rantai sedang atau medium chain  fatty  acids (MCFA),  yang diklasifikasikan sebagai medium  chain triglycerides (MCTs).  MCT  unggul dibandingkan lemak jenuh lainnya karena rantai yang lebih pendek dan molekul lebih kecil sehingga lebih mudah diserap dan dimetabolisme di dalam tubuh. Kandungan MCT paling besar dalam VCO.

AYO BACA : Kapan Insentif Survei Penerima Kartu Prakerja Cair? Simak Sistem dan Jadwalnya!

VCO adalah asam laurat, yang mencapai hampir 50% dari komposisi asam lemak dalam VCO. Asam laurat memiliki sifat antimikroba paling efektif baik digunakan dalam bentuk makanan maupun kosmetik. Tubuh manusia mengubah asam laurat menjadi monolaurin, yang merupakan senyawa protektif yang menjaga dari infeksi virus dan bakteri.

Aktivitas antivirus dari  monolaurin telah diuji pada berbagai virus yang menginfeksi manusia. Uji  terhadap vesicular stomatitis virus (VSV), visna virus  (VV),  virus  campak, cytomegalovirus (CV) dan herpes simplex virus (HSV)  menunjukkan inaktivasi, penurunan kuantitas dan atau penghambatan pertumbuhan oleh asam laurat.

Konsumsi minyak kelapa terbukti menurunkan jumlah virus pada pasien dengan HIV positif. Organisasi AIDS, Keep Hope Alive, telah mendokumentasikan beberapa pasien HIV/AIDS yang jumlah virusnya  mengalami  penurunan hingga tingkat yang  sangat rendah ketika  minyak  kelapa  ditambahkan dalam  diet  hariannya  atau  pada pengobatan anti-HIVnya. Penelitian terhadap hewan juga  menunjukkan adanya aktivitas sebagai immunomodulator pada VCO.

Hal ini dibuktikan dengan adanya pengaruh  terhadap limfosit dan CD4 pada ayam broiler  yang  telah  dan  belum mendapat vaksinasi terhadap virus avian  influensa,  sehingga meningkatkan imunitas dan bekerja melawan infeksi virus. Kinerja positif antivirus  ini tidak hanya terlihat pada monogliserida  asam  laurat  namun pada minyak kelapa sendiri, yang menunjukkan bahwa minyak kelapa dimetabolisme tubuh menjadi bentukmonogliserida dari asam kaprilat, asam kaprat dan asam laurat sehingga menghasilkan aktivitas antipatogenik.

Aktivitas antivirus yang signifikan pada VCO ini mendorong para peneliti untuk melakukan penelitian terhadap efektivitas VCO untuk menangani pasien yang positif terjangkit Corona Virus Disease (Covid-19). Uji klinis terhadap pasien Covid-19  diketahui  sedang berlangsung di beberapa negara saat ini.Selain  bekerja  sebagai antivirus, VCO juga telah terbukti memiliki sifat antibakteri  (Listeria monocytogenes, Helicobacter pylori, Streptococcus mutans, Escherichia coli, Salmonella enteritis, dan Bacillus cereus) dan antifungi (Staphylococcus aureus , Pseudomonas aeruginosa, Candida albicans, C. tropicalis, C. parapsilosis, C. stellatoidea dan C. krusei).

VCO  juga  mengandung tokoferol  yang  berfungsi  sebagai antioksidan alami dan memiliki komponen  aktif  biologis yang membantu aktivitas vitamin E dalam menjaga kekebalan tubuh. Kandungan  antioksidan VCO juga melindungi jantung dan  pembuluh darah, menangkal radikal bebas dan penyakit  degeneratif,  memperbaiki penyerapan zat  gizi dan mengatasi gangguan pencernaan. Berbeda dengan asam lemak rantai panjang, MCFA tidak disimpan di adiposit, yaitu sel  yang  menyimpan energi dalam bentuk lemak. Hal ini menyebabkan MCFA terbukti  dapat  menekan penimbunan lemak dan mencegah obesitas. MCFA  dapat mencegah terjadinya stres oksidatif  yang umumnya terjadi pada konsumsi lemak berlebih.

AYO BACA : Seniman Bakal Dapat BLT Rp1 Juta

Pembuatan Produk

Ada  berbagai  metode  yang dapat digunakan untuk memproduksi VCO,  yaitu  pemanasan  bertahap, enzimatis,  proses  dengan  teknik pemancingan,  sentrifugasi  dan dengan metode yang dikembangkan oleh BB Pascapanen, yaitu metode mekanis. Teknologi BB Pascapanen didasarkan  pada  teknologi pengepresan  semi  basah  dengan prinsip  pengeluaran  minyak  dari daging kelapa parut pada kadar air tertentu dengan menggunakan screw press. Alur proses pembuatan VCO diawali  dengan  proses  pemarutan daging  kelapa  segar.  

Selanjutnya bahan  dikeringkan  menggunakan pengering  konveyor  dengan  dua endless chain dimana udara panas diatur  agar  tidak  kontak  langsung dengan  bahan  untuk  mencegah kontaminasi, dan  arah  aliran udara panas  berlawanan  arah  dengan bahan  untuk  menjaga  kualitas komponen aktif dan zat gizi. Bahan yang telah mencapai kadar air sekitar 13% kemudian dipres menggunakan screw  press  berbentuk  silinder.

Minyak  kelapa  murni  akan  keluar melalui  lubang-lubang  kecil  pada bagian  ujung  alat.  Teknologi pengolahan  yang  tepat  sangat penting  untuk  menghasilkan  VCO dengan  komponen  aktif  optimal. Pengolahan  minyak  kelapa konvensional  diketahui  kerap menyebabkan  kerusakan  atau penurunan kandungan MCT minyak yang dihasilkan.

Dosis dan Efek Samping

Penelitian-penelitian  yang menguji VCO untuk konsumsi harian maupun pengobatan menggunakan dosis  sekitar  45  ml  VCO  per  hari dengan aturan minum sebanyak 3 x 15 ml per hari. Secara umum, anjuran yang  disampaikan  adalah  untuk mengonsumsi  VCO  sebanyak  3-4 sendok  makan  per  hari.  

Meskipun sangat  jarang  dilaporkan,  efek samping  yang  dapat  muncul  dan perlu diamati adalah alergi (umumnya pada  orang dengan alergi kacang), diare, gangguan usus, dan gangguan hati  jika  dikonsumsi  berlebihan. Konsumsi secara bertahap dimulai dari  dosis  yang  paling  sedikit dianjurkan untuk mengantisipasi efek samping.

AYO BACA : Cara Cegah Penyebaran Covid-19 Klaster Keluarga, Perhatikan Baik-baik!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar