Pemprov Jatim Klaim Kasus Covid-19 Melandai, Ini Alasannya

  Selasa, 06 Oktober 2020   Adi Ginanjar Maulana
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.(Jatimprov.go.id)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM -- Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengklaim kurva positif Covid-19 terkendali.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan melandainya kurva seiring seiring diintensifkannya operasi yustisi. Adapun,  tingkat penularan Covid-19 di Jawa Timur di bawah angka 1 selama 14 hari.

"Per hari Senin (5/10/2020) itu RT-nya (tingkat penularan) adalah 0,93. Artinya penyebaran kasus relatif terkendali," ujar Khofifah seperti dikutip dari Republika.co,id, Selasa (6/10/2020).

Selain itu, persentase pasien yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan tes yang dilakukan (positivity rate) juga menurun. 

Khofifah mengatakan, positivity rate Jatim sepekan terakhir berada di angka 10 persen. Padahal sebelum digelarnya operasi yustisi angka positivity rate Covid-19 Jatim berada di angka 16%.

"Artinya makin banyak yang dites, tapi makin sedikit kasus yang ditemukan," ujar Khofifah.

Pada Senin (6/10/2020), terdapat penambahan 237 kasus baru positif Covid-19 di Jawa Timur. Sehingga, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Jatim secara keseluruhan sebanyak 45.135 orang. 

Dari jumlah tersebut, 38.688 orang atau di antaranya dinyatakan sembuh. Itu mencakup 85,72% dari kumulatif kasus Covid-19 Jatim.

Selain itu, terdapat 22 pasien Covid-19 di Jatim, yang dinyatakan meninggal dunia pada Senin (5/10/2020). 

AYO BACA : Ada 2 Pilihan Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari Kemenaker, Apa Saja?

Sehingga, total pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia di Jatim sebanyak 3.302 orang, atau setara 7,31% dari kumulatif kasus Covid-19 yang ada. 

Kasus kematian akibat Covid-19 di Jatim menjadi yang tertinggi secara nasional.

Fakta Polisi Dangdutan di Tengah Pandemi Covid-19

Pertama, terjadi saat acara pisah sambut Kasatlantas Polres Pasuruan. 

Kedua,  saat pisah sambut Kapolsek Gondang di Kabupaten Tulungagung pada 9 Agustus 2020. 

Terlihat dalam video itu sejumlah anggota polisi yang asik berjoget juga tidak mengindahkan protokol kesehatan, seperti tak mengenakan masker dan menjaga jarak satu sama lain.

Polda Jawa Timur sudah menginstruksikan Divisi Propam untuk melakukan penyelidikan. Bahkan, saat ini sudah ada beberapa anggotanya yang terlibat dalam acara itu untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif. 

"Dua aturan yakni kedisiplinan internal polisi dan peraturan daerah di masing-masing daerah akan diterapkan jika terbukti melanggar," terang Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (5/10/2020).   

Tidak hanya Polda Jatim, dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota polisi itu juga menjadi sorotan Mabes Polri. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, terkait kejadian itu saat ini sudah dilakukan pengusutan. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar