Kalsium Bangunan Menambah Berat Tanaman Selada Hidroponik

  Minggu, 11 Oktober 2020   Adi Ginanjar Maulana
Nanik Mudjiastutik berada didekat tanaman selada hidroponik di green house sekolah (Yupiter Sulifan)

AYOSURABAYA.COM--Siapa mengira kalau salah satu bahan campuran plamir untuk dinding, kalsium ini bisa mempercepat sekaligus menambah berat tanaman selada yang dibudidayakan secara hidroponik?

Adalah Nanik Mudjiastutik, M.Pd., salah seorang guru Biologi di SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo Jawa Timur yang telah membuktikan manfaat kalsium bagi tanaman sayuran system hidroponik.

Nanik Muji, begitu panggilan akrabnya, mengadakan penelitian di green house sekolah yakni dengan menambah kalsium dalam larutan nutrisi hidroponik tanaman selada.

“Saya menggunakan dua kelompok tanaman selada dengan berat masing-masing 20 gram saat pertama diamati. Setelah 20 hari setelah tanam, selada A mencapai berat maksimal 35 gram dan sebagian tanaman layu. Sedangkan yang selada B mencapai berat 85 gram, semua segar. Selada A hanya menggunakan nutrisi AB mix, dengan cuaca yang sangat panas ini sebagian tanaman layu serta selada B menggunakan nutrisi AB mix ditambah kalsium 2 gram,” urai Nanik Muji sembari menunjukkan tanaman selada hasil percobaannya dan menambahkan kalau larutan AB mix yang digunakan memiliki takaran AB mik 20 ml, air 100 liter, dan kalsium 2 gram.

Takaran kalsium memang sedikit karena kalau terlalu banyak kalsium, tanamannya menjadi pahit. “Untuk itulah waktu pemberian kalsium ini hanya dua kali selama pertumbuhan, berumur 5 hari setelah tanaman dan dua minggu kemudian. Dan yang pasti pemberian kalsium ini bisa mencegah busuk akar pada tanaman hidroponik,” ujar Nanik Muji yang menjabat sebagai wakil kepala sekolah bidang kesiswaan ini.

Dengan penambahan kalsium tadi ini akan mempercepat pertumbuhan tanaman juga menguatkan akar-akarnya. “Masa panennya sama antar 30 – 35 hari tapi akan lebih berat dan besar hasilnya bila menggunakan campuran kalsium,” jelas Nanik Muji.

Pada pertanian tradisional, kalsium dipakai pada tanaman cabe. Harga calsium sangat murah dan mudah diperoleh baik di toko bahan bangunan ataupun penjual tanaman. “Pada pertanian tradisional calsium digunakan cukup banyak, hitungan kilogram tapi untuk system hidroponik kebutuhannya sangat sedikit. Fungsi kalsium dapat meningkatkan pH, di hidroponik pH tidak boleh naik, oleh karenanya kebutuhannya sangat sedikit,” lanjut Nanik Muji.

Tanaman dalam kelangsungan hidupnya memerlukan nutrisi atau makanan yang seimbang sesuai dengan kebutuhannya. Nutrisi atau makanan bagi tanaman yang disebut dengan unsur hara secara garis besar dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu unsur hara makro dan unsur hara mikro.

Ada 6 jenis unsur hara makro yang berperan dalam laju pertumbuhan tanaman, yaitu : Nitrogen(N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), magnesium (Mg) dan Sulfur (S). Ke enam jenis unsur hara tersebut semestinya dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang cukup, tidak kekurangan juga tidak berlebihan.

Jika tanaman kekurangan atau kelebihan unsur hara, akibatnya adalah pertumbuhan tanaman yang abnormal. Salah satu unsur hara makro yang berperan penting pada pertumbuhan dan ketahanan tanaman adalah kalsium (Ca). Manfaat kalsium bagi tanaman diantaranya ; mempercepat pertumbuhan daun dan batang tanaman, meningkatkan zat hijau daun/klorofil, meningkatkan hasil produksi tanaman, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit, meningkatkan kualitas hasil panen, hasil panen lebih tahan selama transportasi dan hasil panen lebih tahan lama dalam penyimpanan.  

Hal inilah yang mendasari Nanik Muji untuk mengadakan penelitian mengambil judul Hidroponik Selada dengan Pemakaian AB MIX dan Kalsium di Green House SMAN 1 Taman Sidoarjo. 

Sebagai ketua tim green house sekolah, Nanik  Muji dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengelola green house. Salah satu karya inovatif ini diikutkan dalam lomba GTK Creative Camp 2020 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur yang bekerjasama dengan SEAMEO. “Semoga mendapatkan hasil yang terbaik semuanya, baik hasil green house ini juga hasil penelitian saya ini,” harap Nanik Muji.

Yupiter Sulifan, Guru BK SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo dan ketua Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMA Negeri / Swasta di Sidoarjo.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar