Penipuan, Korban Prakerja.vip Diimbau Menteri Lapor Polisi

  Senin, 12 Oktober 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata
Ilustrasi kartu prakerja (Ayobandung)

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM -- Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah mengimbau korban penipuan situs pendaftaran program Kartu Prakerja, https://prakerja.vip untuk melapor ke polisi.

Menurut Menaker, situs Prakerja resmi dan benar hanya https://prakerja.go.id. Karena itu, dia menyarankan masyarakat, yang sudah terlanjur tertipu, untuk melaporkan kerugian yang diderita kepada polisi agar dapat diproses.

"Hati-hati rekan pekerja saat menerima informasi. Tetap waspada dan laporkan kepada pihak kepolisian jika mengalami kerugian," kata Ida melalui pesan singkat, Senin (12/10/2020).

Sebelumnya, situs daftar prakerja sempat viral dan menjadi trending topic nomor satu di situs pencarian google dengan 200 ribu lebih penelusuran, Minggu (11/10/2020).

Setelah ditelusuri, topik itu menjadi tren setelah munculnya pesan berantai melalui Whatsapp tentang adanya situs pendaftaran https://prakerja.vip.

Bunyi pesan berantai itu sebagai berikut:

"Daftar Prakerja Sekarang, dapatkan bantuan sebesar 600.000 dari pemerintah lewat program prakerja. Kartu Prakerja adalah program pengembangan kompetensi berupa bantuan biaya yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja ter-PHK atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi.

Bantuan akan dikirim setiap bulan selama program ini berjalan.

Langkah untuk mendaftar Prakerja

1. Kunjungi situs https://prakerja.vip

2. Isi formulir data diri

3. Anda akan mendapatkan pemberitahuan melalui email/nomor hp

4. Bantuan akan dikirim melalui rekening bank

harap bagikan pesan ini kepada kerabat yang membutuhkan."

Ida mengatakan, situs tersebut merupakan situs yang dibuat serupa dengan situs resmi prakerja.go.id. Dia menduga situs prakerja.vip dibuat untuk mengakomodasi penyerahan data pribadi, secara cuma-cuma, dari para pendaftarnya.

Kementerian Ketenagakerjaan sudah berupaya memberitahu masyarakat melalui sejumlah akun media sosial resmi yang dikelola Kemnaker, bahwa informasi tersebut hoaks. Namun, pihak-pihak tidak bertanggung jawab juga membuat akun media sosial serupa, seperti misalnya di Telegram.

Ida mengatakan, akun Telegram Kemnaker tersebut bukan dikelola oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Untuk itu dia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati meneruskan informasi dari sana. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa akun media sosial yang dikelola Kemnaker memiliki centang biru atau sudah terverifikasi.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar