Pengaktifan MGBK di Kala Pandemi

  Selasa, 13 Oktober 2020   Adi Ginanjar Maulana
Pengaktifan MGBK

AYOSURABAYA.COM--Pandemi Covid-19 memang memberi banyak perubahan pada kehidupan manusiae. Prubahan tersebut meliputi terbatasnya aktivitas di luar rumah, seperti karyawan yang WFH, anak-anak belajar online, hingga berubahnya berbagai kehidupan sehari-hari.

Berbagai perubahan yang dialami bisa dijadikan sebagai pelajaran hidup yang berharga bagi kita semua. Harus diakui bahwa dampak pandemi Covid-19 telah memaksa komunitas masyarakat harus adaptif terhadap berbagai bentuk perubahan sosial yang diakibatkannya.

Sejumlah tata nilai dan norma lama harus ditata ulang dan direproduksi kembali untuk menghasilkan sistem sosial yang baru. Munculnya tata aturan yang baru tersebut kemudian salah satunya ditandai dengan adanya himbauan dari pemerintah untuk belajar, bekerja, dan beribadah di rumah sejak awal kemunculan virus ini di Indonesia. Begitu pula dengan pola kebiasaan masyarakat yang senang berkumpul dan bersalaman, kini dituntut untuk terbiasa melakukan pembatasan sosial.

Selain itu, pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di tengah merebaknya pandemi Covid-19 juga telah mempengaruhi kebijakan-kebijakan negara dalam mengatur perilaku dan kebiasaan masyarakat. Kebijakan psysical distancing telah mengubah ragam bentuk perilaku masyarakat yang kemudian mengharuskan adanya jarak fisik dalam proses interaksi sosialnya.

Sehingga perilaku dan kebiasaan masyarakat secara konvensional di masa sebelum pandemi kemudian diatur dan ditransformasikan melalui pola interaksi secara virtual. Kondisi ini sekaligus mempertegas bahwa fungsi teknologi menjadi sangat penting sebagai perantara interaksi sosial masyarakat di era pandemi saat ini.

Tak terkecuali kegiatan rutin Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) yang dalam satu semester mengadakan pertemuan enam kali. Karena adanya pandemi maka pertemuan yang biasanya diadakan temu muka kini harus lewat virtual. Rabu (7/10) lalu berlangsung pertemuan pertama MGBK SMA Negeri/Swasta se-Sidoarjo dengan menggunakan aplikasi zoom dan anggota yang berpartisipasi sejumlah 45 orang. “Ini merupakan kebahagiaan bagi pengurus karena sudah lama kami ingin memulai kegiatan MGBK tapi karena pandemi dan kesibukan kami masing-masing akhirnya tertunda. Apalagi saat ini tercatat 45 guru BK yang bergabung dari 79 anggota aktif MGBK,” ujar Dra. Amie Sumarni, sekretaris MGBK SMA Sidoarjo. 

Di awal pertemuan ada pesan khusus dari Pembina MGBK SMA Sidoarjo, Dra. Endang Sri Wadiyanti, M.Pd., yang disampaikan Yupiter Sulifan, M.Psi., ketua MGBK SMA Sidoarjo saat memberikan sambutan pembuka. “Di masa pandemi ini guru BK harus benar-benar sehat dan siap untuk melayani siswa juga orangtua siswa. Kenapa orangtua siswa? Karena saat ini pembelajaran dilakukan di rumah yang lebih banyak waktunya bersama orangtua. Guru BK siap menjadi teman sharing orangtua terkait masalah yang dialami siswa selama belajar jarak jauh ini,” kata Yupiter Sulifan yang juga guru BK di SMAN 1 Taman.

Di pertemuan pertama ini juga diisi dengan webinar tentang Membuat RPL 1 Halaman yang disampaikan oleh Dwicho Endah Budiyani, S.Pd., guru BK SMAN 1 Waru. “Kewajiban guru BK sebelum memberikan layanan BK di awal tahun pelajaran harus membuat need assessment. Di masa pandemi ini need assessment kita lakukan dengan menggunakan google form yang mempercepat kerja kita,” urai Dwicho Endah.

Hasil dari need assessment ini dipakai untuk membuat perencanaan program kerja BK yang didalam memuat salah satu diantaranya adanya visi misi sekolah dan visi misi BK. “Ini sangat penting karena arah layanan kita harus mengacu visi misi ini. Dari sini pula kita membuat RPL, kalau ditanya RPL yang baik yang bagaimana sih? RPL yang baik yakni RPL yang efisien, efektif dan berorientasi ke siswa. Dan guru BK yang baik itu ya harus membuat RPL,” pesan Dwicho Endah.  

Ketika menyusun Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) harus memperhatikan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada siswa. Komponen inti dari RPL adalah tujuan layananlangkah-langkah kegiatan layanan, dan evaluasi layanan yang wajib dilaksanakan oleh guru BK, sedangkan komponen lainnya bersifat pelengkap.

“Kegiatan MGBK daring ini berlangsung selama dua jam, berakhir pukul 11.30. Kami bangga karena MGBK ini merupakan MGMP yang pertama kali mengadakan kegiatan bersama walau via daring,” jelas Amie Sumarni di akhir acara.  

Yupiter Sulifan, Guru BK SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo dan ketua Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMA Negeri / Swasta di Sidoarjo.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar