Status 41 Kelurahan di Surabaya Masuk Zona Hijau

  Kamis, 15 Oktober 2020   Adi Ginanjar Maulana
Ilustrasi Covid-19

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM--Status 41 kelurahan di Kota Surabaya saat ini sudah zona hijau, yang mana per 15 Oktober 2020 sebanyak 13.812 pasien positif sembuh. Sedangkan sisanya 268 orang masih dalam perawatan.

Hal ini berarti kasus Covid-19 di Surabaya mengalami tren angka positif dan kematian menurun.

Ada 57 kelurahan dengan kasus paling sedikit hanya 1-5 kasus (zona Kuning) per 14 Oktober 2020  dilansir lawancovid-19.surabaya.go.id:
1. Pakal
2. Gunungsari
3. Sidosermo
4. Gayungan
5. Bangkingan
6. Lidah Wetan
7. Perak Timur
8. Jambangan
9. Dukuh Pakis
10. Tenggilis Mejoyo
11. Peneleh
12. Rangkah
13. Karah
14. Siwalankerto
15. Dupak
16. Dukuh Kupang
17. Wonokusumo
18. Lakarsantri
19. Kapas Madya Baru
20. Tandes
21. Alun-alun Contong
22. Ujung
22. Ngagel
23. Nginden Jangkungan
24. Jemur Wonosari
25. Gunung Anyar Tambak
26. Perak Barat
27. Airlangga
28. Pakis
29. Jajar Tunggal
30. Keputih
31. Wonorejo Rungkut
32. Tanjungsari
33. Sukomanunggal
34. Manukan wetan
35. Asemrowo
36. Babat Jerawat
37. Jeruk
38. Lidah Kulon
39. Sumur Welut
40. Kedungdoro
41. Dr. Soetomo
42. Keputran
43. Simokerto
44. Sidotopo
45. Kertajaya
46. Gubeng
47. Mojo
48. Panjang Jiwo
49. Kendangsari
50. Menur Pumpungan
51. Pradah Kalikendal
52. Mulyorejo
53. Balas Klumprik
54. Ketintang
55. Bendul Merisi
56. Kapasari
57. Kebraon
58. Tambaksari

Ada 41 kelurahan di Surabaya sudah 0 kasus (zona hijau) per 14 Oktober 2020.
1. Romokalisari
2. Genting Kalianak
3. Kedung Cowek
4. Bongkaran
5. Ketabang
6. Kandangan
7. Simolawang
8. Made
9. Banjar Sugihan
10. Sidotopo Wetan
11. Sememi
12. Gundih
13. Ampel
14. Embong Kaliasin
15. Bulak
16. Karangpilang
17. Pacar Keling
18. Kenjeran
19. Tambak Oso Wilangun
20. Putat Gede
21. Pucang Sewu
22. Genteng
23. Pegirian
24. Kapasan
25. Kalijudan
26. Bubutan
27. Tambakrejo
28. Benowo
29. Gebang Putih
30. Sukolilo Baru
31. Tegalsari
32. Sidodadi
33. Bulak Banteng
34. Wiyung
35. Banyuurip
36. Kebonsari
37. Sawahan
38. Dukuh Sutorejo
39. Sonokwijenan
40. Kupang Krajan
41. Sambikerep

Risiko Covid-19 Rendah

Pemerintah Kota Surabaya mengklaim wilayahnya memiliki rendah penyebaran Covid-19.

Berdasarkan hasil monitoring self assessment Indikator Kesehatan Masyarakat (IKM), Kota Surabaya menunjukkan nilai 2.58 atau dalam kategori risiko rendah. Hasil monitoring yang kemudian dilaporkan ke Provinsi dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini berdasarkan penilaian yang dilakukan pada Minggu ke-29, atau mulai 28 September - 04 Oktober 2020.

Penilaian yang dilakukan dalam self assessment itu terdiri dari 14 indikator. Di antaranya, penurunan jumlah kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak, penurunan jumlah kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir dari puncak, penurunan jumlah meninggal dari kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak, hingga mortality rate (angka kematian) kasus positif per 100,000 penduduk. Sementara itu sebagai pelengkap atau untuk triangulasi, Pemkot Surabaya menambahkan indikator ke-15, yakni Rt Angka reproduksi efektif < 1>

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menyatakan, bahwa hasil capaian ini tak lepas dari berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memutus mata rantai Covid-19. Bahkan sebelum pandemi, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga intens melakukan pencegahan.

“Bagaimana perjuangan ibu wali kota dengan sumber daya yang terbatas saat itu, belum ada rapid test ataupun reagen, beliau melakukan beberapa inovasi,” kata Febriadhitya, Rabu (14/10/2020).

Salah satu di antaranya yakni, pemkot memberikan berbagai intervensi bagi kontak erat maupun pasien confirm Covid-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri. Di antaranya adalah memberikan permakanan, peralatan mandi, hingga peralatan makan seperti sendok dan piring.

Bahkan, kata Febri, upaya pencegahan lain juga dilakukan pemkot melalui pola-pola yang komprehensif. Antara lain, memasang bilik disinfektan, wastafel hingga penyemprotan secara masif di tempat-tempat yang terdampak Covid-19. “Jadi di kampung-kampung itu yang terdampak Covid-19 dilakukan penyemprotan disinfektan,” ungkap dia.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar