Mengengok Rumah Kelahiran Bung Karno yang Bakal Jadi Museum

  Jumat, 16 Oktober 2020   Rizma Riyandi
Rumah Kelahiran Bung Karno (goodnewsfromindonesia.id)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Rumah kelahiran Soekarno (Bung Karno) di Jalan Peneleh gang Pandean IV nomor 40, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, saat ini sudah dibawah kepemilikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Dilansir dari humas.surabaya.go.id, proses penyerahan kepemilikan dilakukan langsung oleh ahli waris kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di depan rumah bersejarah itu tepat pada 17 Agustus 2020. Rumah tempat kelahiran Bung Karno sendiri berdekatan dengan beberapa tempat bersejarah. Salah satunya Langgar Dukur Kayu di Kampung Lawang Seketeng dan Makam Mbah Pitono.

AYO BACA : Nikita Willy Akhirnya Resmi Berstatus Istri Orang, Indra Priawan Dapat Gelar Sutan Pangeran

Risma mengatakan, rumah ini memiliki arti yang sangat besar dan kuat bagi anak-anak. Makanya, dia berkali-kali memohon kepada para ahli waris rumah itu untuk ikhlas supaya rumah tersebut bisa dijadikan tempat belajar bagi anak-anak. Baik anak Surabaya maupun luar Surabaya.

“Saya yakin anak-anak dari luar daerah juga akan belajar ke sini, terutama belajar bagaimana besarnya Bung Karno di tengah keterbatasannya kala itu,” imbuhnya.

AYO BACA : Polisi Tak Akan Beri SKCK Bagi Siswa SMK Terlibat Demo, Begini Penjelasan Polda Jatim

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga menjelaskan bahwa nantinya rumah itu akan dijadikan museum, makanya sejak beberapa waktu lalu Pemkot Surabaya sudah memperbaiki beberapa infrastruktur di kawasan tersebut, termasuk pedestriannya. Bahkan, beberapa benda sejarah lainnya sudah diperbaiki karena kawasan itu nantinya akan dijadikan kawasan wisata yang luar biasa.

“Saya harap warga Peneleh bersiap diri menyambut itu. Sebab, dia sangat yakin bahwa suatu saat nanti wilayah itu akan bisa menjadi kawasan wisata yang sangat besar, karena ada rumah H.O.S Tjokroaminoto dan ada beberapa peninggalan sejarah lainnya,” kata dia.

Wali Kota Risma juga mengaku sampai bermimpi untuk menjadikan kawasan itu sebagai kawasan bersejarah, termasuk dipikirkan pula alur wisatanya harus dimulai dari mana dan berakhir di tempat mana.

“Nah, warga di sini saya harap tetap kompak dan bersatu untuk menyambut peluang ini. Jadi, setelah kami perbaiki infrastrukturnya sejak kemarinnya, lalu selanjutnya kami mungkin akan menyiapkan warga supaya siap jadi guide atau bahkan bisa menjual souvenir, sehingga peluang itu tidak diambil oleh warga luar,” pungkasnya.

AYO BACA : 5 Rekening Ini Tak Akan Terima Pencairan BLT Tahap 5, Begini Cara Mengadu ke Kemnaker

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar