Gegara Demo, Jadwal PJJ Berubah

  Minggu, 18 Oktober 2020   Adi Ginanjar Maulana
Gegara Demo, Jadwal PJJ Berubah

AYOSURABAYA.COM--Aksi demo penolakan Undang Undang Cipta Kerja atau Omnibus law yang berahir ricuh Kamis (8/10) lalu terbukti banyak diikuti para pelajar SMA/SMK, bahkan jumlahnya mencapai 65-70%.

Seperti yang disampaikan Direktur Intelkam Polda Jatim, Kombes Pol Slamet Hariyadi saat Virtual Meeting dengan Kepala sekolah SMA-SMK se Jatim bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa tentang Antisipasi Demo Omnibus Law yang melibatkan Pelajar Via Zoom di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Selasa (13/10).

Data dari Polrestabes Surabaya, jumlah pelajar yang terjaring karena ikut demo yang berujung tindakan anarkis itu lebih dari 180 pelajar.

Seperti yang diberitakan diberbagai media massa, dalam aksi demo yang berujung kerusuhan di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya itu, polisi menjaring 505 orang. Mereka lantas dibagi, 252 orang dibawa ke Polda Jatim. Sedangkan sisanya sebanyak 253 digiring ke Polrestabes Surabaya.

Dalam aksi demo rusuh tersebut 14 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mirisnya, usia ke-14 perusuh yang ditetapkan tersangka kebanyakan masih di bawah 18 tahun.

Menindaklanjuti hasil Rapat Kerja Pembinaan MKKS bersama Gubernur Jawa Timur dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, jam dimulainya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berubah, diundur yang semula jam 07.00 hingga 12.00 menjadi 10.00 hingga 15.00.

“Di tempat kami, perubahan jadwal PJJ akan dimulai Senin lusa yakni siswa wajib absen online dan masuk kelas sesuai jadwalnya jam 10.00 dan PJJ akan berakhir jam 15.00,” ujar Bambang Triyono, S.Si., humas SMAN 1 Taman Sidoarjo.

Pihak sekolah sudah berkoordiansi dengan wali kelas, orang tua dan komite sekolah. “Tanpa sinergi ketiga elemen ini sangat sulit untuk memantau siswa kala pandemi saat ini,” lanjut Bambang. Berubahnya jadwal PJJ sudah dilakukan SMAN 1 Waru Sidoarjo, mulai Jumat (16/10) PJJ dimulai jam 10.00 dan berakhir sekira pukul 15.00.

Selain berubahnya jadwal PJJ juga ada beberapa keputusan yang harus diketahui oleh komite sekolah dan orang tua siswa.

Semua peserta didik dilarang mengikuti kegiatan demo/unjuk rasa dalam bentuk turun ke jalan, dan apabila ditemukan ada peserta didik yang mengikutinya dan terlibat tindakan pelanggaran hukum / tindak kriminal akan langsung dikeluarkan dari sekolah. Pemantauan aktivitas peserta didik selama pembelajaran di sekolah akan dilakukan oleh guru BK, wali kelas masing-masing dan guru mata pelajaran yang bersangkutan.

“Untuk itulah pihak sekolah mohon bantuan bapak/ibu orang tua ikut memantau segala aktivitas putra/putrinya di rumah. Dan bila ada masalah sekecil apapun, segera pihak orang tua menghubungi wali kelas atau guru BK agar masalahnya bisa terselesaikan dengan baik,” harap Bambang Triyono yang juga mengajar mata pelajaran Fisika.

Yupiter Sulifan, Guru BK SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo dan Penulis Buku Jadi Guru BK itu Asyik.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar