Kasus Aktif Covid-19 di Jatim Sisa 5,56%

  Senin, 19 Oktober 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Rapid Test (Suara.com)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengklaim kasus aktif Covid-19 di daerahnya tinggal 5,56% per 17 Oktober 2020. Hal ini dinilai menjadi hasil dari masifnya pelaksanaan skrining, pelacakan serta isolasi di masyarakat.

Dilansir dari Republika.co.id, saat ini Jatim setidaknya telah melakukan uji cepat (rapid rest) sebanyak 1.005.807 kali. Dari jumlah tersebut, 84.436 kasus dinyatakan reaktif. Kemudian dilanjutkan tes usap (swab test) yang menghasilkan 15.247 kasus positif Covid-19.

AYO BACA : Hanafi Rais Kecelakaan di Tol Cipali, Alami Luka Berat

Menurut Khofifah, skrining di Jatim lebih difokuskan pada lokasi yang berisiko tinggi. \"Juga pada kontak erat pasien positif Covid-19,\" katanya di Pacitan, Ahad (18/10).

Selain itu, Khofifah juga menegaskan, keberhasilan menurunkan kasus Covid-19 di Jatim karena pelaksanaan operasi yustisi. Langkah ini dinilai sangat efektif meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan. Skrining, pelacakan dan isolasi juga dianggap cukup efektif dilaksanakan di Jatim.

AYO BACA : 73% Peserta Kartu Prakerja Belum Pernah Pelatihan, Simak Syarat Pencairan Survei Rp50 Ribu!

\"Dan alhamdulillah dari 385.666 kontak erat yang ditemukan, hanya 66 orang yang menolak dilakukan isolasi dan pemeriksaan,\" ucapnya.

Meski tren kasus Covid-19 menurun, Khofifah tetap meminta warga mematuhi protokol kesehatan. Masyarakat tidak perlu takut apabila harus mengikuti skrining demi memutus mata rantai penyebaran virus.

\"Hasil yang baik ini harus terus di pertahankan sambil menunggu vaksin yang diberikan untuk masyarakat,\" ungkap Khofifah.

Total kasus konfirmasi positif Covid-19 di Jatim mencapai 48.932 orang, Ahad (18/10). Dari jumlah tersebut, 2.680 di antaranya kasus aktif dan 42.708 orang telah sembuh. Sementara 3.544 orang lainnya telah dinyatakan meninggal.

AYO BACA : Gegara Demo, Jadwal PJJ Berubah

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar