4 Tanda Pemerintah Indonesia Semakin Otoriter

  Senin, 19 Oktober 2020   Rizma Riyandi
Ketua Dewan Pengurus Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Didik J Rachbini . (Republika)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Ketua Dewan Pengurus Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) Didik J Rachbini mengatakan, pemerintahan Indonesia saat ini semakin otoriter. Hal ini ia sampaikan dengan landasan ilmiah.

Dilansir dari Republika.co.id, hal tersebut terbukti dari empat hal yang menunjukkan iklim demokrasi dalam negeri semakin menurun.

AYO BACA : Hanafi Rais Kecelakaan di Tol Cipali, Alami Luka Berat

Pertama adalah adanya upaya pemberangusan terhadap lawan politik dari rezim yang memimpin. Meskipun Didik tak mengungkapkan secara eksplisit siapa pemimpin yang dimaksud dalam pemaparannya.

“Jadi lawan politik yang melakukan prosedur demokrasi melalui kritik di publik diberangus, dengan alat negara, propaganda media sosial, dan sebagai macam,” ujar Didik dalam diskusi yang digelar LP3ES, Ahad (18/10).

AYO BACA : Kasus Aktif Covid-19 di Jatim Sisa 5,56%

Kedua, adanya pembatasan terhadap kebebasan sipil. Hal ini terlihat ketika  Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dijadikan alat untuk ‘mengurung’ pikiran-pikiran yang memperjuangkan demokrasi.

Ketiga, toleransi kepada kekerasan, keempat adalah komitmen kepada aturan demokrasi dilanggar. Berdasarkan empat kriteria itu, kata Didik, pemimpin di Indonesia sudah memproduksi negara otoriter. “Kita sudah masuk negara otoriter. Kemudian demokrasi kita melekat melahirkan pemimpin otoriter,” tambahnya.

Hal ini semakin diperparah, ketika para aktivis ditangkap, diborgol, dan dipertontonkan di depan publik. Padahal, mereka hanya menyampaikan pandangannya, bukan mencuri atau menghilangkan nyawa seseorang.

“Pemimpin yang memperlakukan aktivis pejuang demokrasi seperti kriminal, pencuri ayam adalah pemimpin yang jahat dalam pandangan saya. Itu menurut saya pemimpin yang jahat,” ujar Didik.

AYO BACA : Waduh! Pengemis Bersajam di Nganjuk, Minta Sambil Marah dan Pukul Orang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar