Radio Melek Sastra

  Senin, 19 Oktober 2020   Adi Ginanjar Maulana
Ilustrasi radio.(Pixabay)

AYOSUYRABAYA.COM--Siaran radio ikut berkontribusi dalam meningkatkan dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap sastra.

Bersama televisi, radio dikategorikan sebagai lembaga penyiaran. Dalam Pasal 1 Ayat 9 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran menyebutkan bahwa lembaga penyiaran adalah penyelenggara penyiaran, baik lembaga penyiaran publik, lembaga penyiaran swasta, lembaga penyiaran komunitas maupun lembaga penyiaran berlangganan, yang dalam melaksanakan tugas, fungsi dan tanggungjawabnya berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Merujuk pada Pasal 5 Undang-Undang yang sama, aktivitas penyiaran nasional diarahkan untuk menjunjung tinggi pelaksanaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menjaga dan meningkatkan moralitas dan nilai-nilai agama serta jati diri bangsa, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menjaga dan mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan kesadaran ketaatan hukum dan disiplin nasional.

Selain itu, aktivitas penyiaran nasional diarahkan pula untuk menyalurkan pendapat umum serta mendorong peran aktif masyarakat dalam pembangunan nasional dan daerah serta melestarikan lingkungan hidup, mencegah monopoli kepemilikan dan mendukung persaingan yang sehat di bidang penyiaran, mendorong peningkatan kemampuan perekonomian rakyat, mewujudkan pemerataan dan memperkuat daya saing bangsa dalam era globalisasi, memberikan informasi yang benar, seimbang dan bertanggungjawab serta memajukan kebudayaan nasional.

Dalam konteks sastra, siaran radio dapat ikut berkontribusi dalam meningkatkan dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap sastra. Melalui sejumlah program on-air-nya, pengelola stasiun radio dapat mengangkat isu dan informasi sastra terkini sehingga mendapat perhatian masyarakat dan, syukur-syukur para pengambil keputusan. Program on-air radio juga dapat diarahkan secara lebih khusus untuk mengedukasi masyarakat sehingga semakin melek sastra.

Bagaimanapun, sastra memiliki peran penting dalam pembangunan dan kemajuan suatu bangsa. Peradaban suatu bangsa dapat diukur dari sejauh mana kualitas produk-produk sastranya.  

Ikhtiar untuk meningkatkan kecintaan masyarakat kita terhadap sastra perlu terus dilakukan. Termasuk lewat program siaran radio. Kenapa? Karena lewat sastra inilah individu dididik untuk menjadi manusia seutuhnya, yang memiliki hati, perasaan dan pikiran. Dalam hal ini, sastra menjadi wahana untuk mengolah dan memperhalus hati, perasaan serta pikiran sehingga, meminjam istilah Putu Wijaya, mampu mempertebal rasa kemanusiaan.

Program on-air radio terkait sastra bisa dikemas dalam bentuk feature, majalah udara, insert, sandiwara radio, reportase, bincang-bincang (talk show), wawancara khusus hingga iklan layanan masyarakat.

Selain lewat program on-air, stasiun radio dapat pula merancang program-program off-air terkait sastra. Program off-air bisa berupa pameran, perlombaan (kompetisi), festival, kunjungan ke sastrawan, lokakarya (workshop), seminar, pelatihan, pemberian penghargaan serta panggung sastra terbuka. Baik program on-air maupun off-air tentu saja bisa menggandeng pihak-pihak lain, baik sebagai sponsor maupun mitra, sehingga terbangun kolaborasi antarelemen masyarakat yang saling menguatkan dan menguntungkan.

-Djoko Subinarto, penulis lepas dan bloger

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar