Siswi SMA di Madiun Buang Bayi dalam Tas

  Jumat, 23 Oktober 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Garis polisi (republika.co.id)

MAGETAN, AYOSURABAYA.COM -- Setelah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi, Tim Unit Reskrim Polsek Kartoharjo, Polres Madiun Kota akhirnya mengungkap pelaku pembuangan bayi laki-laki dalam tas hitam di Kelurahan Oro-Oro Ombo.

"Sudah kami ungkap. Yang membuang bayi itu ibu kandungnya sendiri," ujar Kapolsek Kartoharjo, Kompol Lilik Sulastri, Kamis (22/10/2020) dilansir dari Republika.co.id.

Dari hasil identifikasi dan pemeriksaan, ibu kandung bayi itu masih berstatus pelajar SMA berumur 17 tahun. Saat ini pelaku masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Madiun.

"Siswi itu sementara dirawat di rumah sakit karena habis melahirkan," jelas Lilik.

 Pembuang bayi itu terbongkar setelah Tim Unit Reskrim Polsek Kartoharjo melakukan identifikasi di TKP dan memeriksa saksi-saksi. Dari situ didapati informasi pelajar hamil yang rumahnya tidak jauh dari lokasi penemuan.

Berbekal keterangan itu, tim tersebut melakukan pengecekan ke rumah terduga pelaku. Dan keluarga pelajar SMA itu akhirnya mengakui bila sang pelajar itulah yang habis melahirkan. Pelajar itu membuang bayi yang baru saja dilahirkannya sendiri di rumahnya.

AYO BACA : Libur Panjang, Gimana Prosedur Rapid Test Kereta dan Pesawat? Ini Penjelasan Menhub

"Dia melahirkan sendiri di dalam rumah. Lalu bayinya dibuang tak jauh dari rumahnya," tambah Lilik.

Lilik mengaku belum mengetahui motif pembuangan bayi laki-laki tersebut. Sebab saat ini ibu kandung bayi itu masih dirawat di rumah sakit. Sehingga belum diketahui pula siapa pria yang menghamili pelajar itu.

Lilik menambahkan, selama ini pelajar SMA itu tinggal bersama neneknya setelah ayahnya meninggal. Sementara ibu kandungnya bekerja sebagai tenaga kerja wanita di luar negeri.

Pemuda di Sampang Buang Bayi dalam Kardus

Seorang remaja berinisial YF (16), warga Desa Gapura Barat, Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep, melahirkan bayi laki-laki sendirian, tanpa bantuan siapapun.

"YF ini melahirkan sendiri di dalam kamarnya. Tidak ada yang tahu, karena YF memang menyembunyikan kehamilannya. Bahkan dari AD yang telah menghamilinya," kata Kapolres Sumenep AKBP Darman, seperti dikutip dari Beritajatim.com, Rabu (21/10/2020).

AYO BACA : Liga Europa: Milan Sarangkan Tiga Gol ke Gawang Celtic

Setelah bayi keluar dari perut YF, barulah YF berteriak minta tolong memanggil AD, saudara tirinya yang tinggal serumah. AD pun masuk ke kamar dan melihat YF baru saja melahirkan bayi. AD bergegas mengambil pisau untuk memotong tali pusar bayi.

"AD kemudian membawa bayi itu sambil mengatakan, bayi ini saya bawa daripada nanti membuat aib keluarga. YF sendiri tidak bisa berbuat apa-apa karena dalam kondisi lemah dan sakit setelah melahirkan," ujar Darman.

AD kemudian meletakkan bayi merah itu ke dalam kardus air mineral yang telah diberi alas sarung. Sedangkan bagian atas ditutupi baju batik warna merah seragam SD.

"AD kemudian membawa bayi itu naik sepeda motor, dan meletakkannya di tembok pembatas belakang Puskesmas Gapura," ujarnya.

Dalam pemeriksaan, AD mengaku punya ide membuang bayi itu karena khawatir menjadi aib bagi keluarga. Apalagi bayi itu merupakan hasil hubungan terlarangnya dengan YF.

"YF ini kan belum menikah dan masih di bawah umur. Apalagi antara YF dan AD masih saudara tiri. Mereka lain bapak tapi satu ibu. Karena itu, AD berinisiatif untuk membuang bayi itu," papar Darman.

Pada 18 September 2020, warga Sumenep dihebohkan dengan penemuan bayi di bawah pagar tembok pembatas belakang Puskesmas Gapura. Saat ditemukan, bayi diletakkan di dalam kardus air mineral dibalut dengan kain sarung. Sementara tali pusarnya sudah terputus.

Bayi itu pertama kali ditemukan oleh seorang pencari rumput. Bayi tersebut saat ini telah diserahkan ke UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Anak Balita (PPSAB) Provinsi Jawa Timur di Sidoarjo.

"Akibat perbuatannya, AD dijerat pasal 305 KUH Pidana, yakni dengan sengaja meninggalkan anak di bawah 7 tahun di suatu tempat supaya dipungut orang lain atau dengan maksud supaya terbebas dari kewajiban pemeliharaan anak itu," katanya.

AYO BACA : Bertepatan Dengan Hari Jumat, Demo Omnibus Law 4 Hari Ditunda

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar