Risma Minta Warga Surabaya Naik Angkutan Umum, Jangan Lupa Protokol Kesehatan!

  Sabtu, 24 Oktober 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Angkutan umum Surabaya (Suara.com)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta Dinas Perhubungan (Dishub) untuk terus menggalakkan sosialisasi pentingnya naik angkutan umum. Selain itu Dishub juga terus menyiapkan tempat parkir sepeda supaya warga Surabaya bisa tertarik untuk menggunakannya, terutama di tengah pandemi Covid-19.

\"Ini semua penting untuk mengubah perilaku itu, sehingga komorbidnya juga bisa berkurang,\" kata Risma di Surabaya, Jumat (23/10/2020), dilansir dari Republika.co.id.

Wali Kota Risma mengatakan pihaknya sudah memiliki rencana besar untuk transportasi di Kota Surabaya. Namun, rencana besar itu gagal karena adanya pandemi Covid-19. Ia juga sempat menyampaikan analisanya selama pandemi Covid-19. Angka kematian di Kota Surabaya tinggi karena memang banyak pasien yang memiliki penyakit penyerta.

 Penyakit penyerta itu disebabkan karena kurang gerak, terbukti ketika bekerja mulai dari rumah hingga kantor menggunakan motor atau kendaraan pribadi. Bahkan, kalau hari libur sering traveling.

\"Makanya saya sampaikan kepada teman-teman Dinas Perhubungan, kita harus berani mengambil lajur untuk angkutan umum dan sepeda karena kalau naik angkutan umum dia masih bisa berjalan, minimal berjalan meskipun hanya 100 meter, tapi dia sudah ada gerak, berbeda kalau naik kendaraan pribadi,\" katanya.

AYO BACA : Cara Mudah Mengerem Mobil Matik di Turunan

Oleh karena itu, Risma menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan yang akan memberikan bantuan bus operasional sekitar 150 unit untuk angkutan perkotaan di Kota Surabaya. Program yang disebut Buy The Service (BTS) itu sebelumnya sudah dilakukan di beberapa kota di Indonesia, kemudian pada tahun 2021, akan dilaksanakan di Kota Surabaya.

\"Kami ucapkan terima kasih sudah diberi kesempatan untuk menangani transportasi ini dengan bantuan dari Kemenhub,\" ujarnya.

Pemerintah Kota Surabaya sudah menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Kementerian dengan Kementerian Perhubungan tentang perencanaan, pembangunan dan pengoperasian angkutan perkotaan di Balai Kota Surabaya, Kamis (22/10).

Pentingnya Protokol Kesehatan

Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) Estiningtyas Nugraheni mengingatkan, kampanye penerapan protokol pencegahan Covid-19 memang perlu diintensifkan. Utamanya di pasar tradisional, dan tempat makan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian penting dari penanganan dan pengendalian Covid-19.

AYO BACA : DPD Minta Pemerintah Transparan soal Vaksin Covid-19

\"Pemkot Surabaya semakin gencar melakukan kampanye protokol pencegahan Covid-19. Bahkan, langkah tersebut langsung dipimpin Ibu Risma. Operasi gabungan rutin tiap hari digelar menyasar berbagai tempat. Kampanye protokol pencegahan itu merupakan langkah yang tepat,\" kata Estiningtyas.

Esti menambahkan, protokol pencegahan penularan Covid-19 sangat berperan dalam mengendalikan jumlah kontak seseorang demgan orang yang membawa virus. Maka dari itu, menurutnya sangat penting bagi masyarakat untuk lebih displin dalam menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19.

\"Protokol cegah covid yang direkomendasikan WHO dan gugus tugas adalah pemakaian masker dengan benar, rajin cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak minimal 1,5 hingga 2 meter,\" kata dia.

Dalam penanganan dan pengendalian covid-19, lanjut Esti, dikenal dengan istilah RT (bilangan reproduksi). Penanganan Covid-19 dianggap berhasil jika bilangan reproduksi kurang dari 1. Prinsip bagaimana agar bilangan reproduksi menjadi di bawah angka 1, adalah dengan mengendalikan 3 aspek penting yaitu laju infeksi, periode infeksi, dan jumlah kontak terhadap virus.

Dia menjelaskan, laju infeksi lebih pada karakteristik virus, yang sulit dimanipulasi. Sementara periode infeksi dapat dikendalikan dengan prinsip dasar 3T dan I, yaitu testing yang agresif, pelaksanaan tracing yang masif, perawatan yang adekuat (treatment) dan isolasi.

\"Perawatan yang adekuat salah satunya adalah pentingnya perhatian Pemkot Surabaya terhadap tenaga kesehatan, antara lain ketersediaan alat pelindung diri (APD), kecukupan tenaga dan ketersediaan sarana,\" ujarnya.

Dia berpendapat, langkah yang perlu diperkuat oleh Pemkot Kota Suarabaya saat ini adalah bergerak secara serentak. Yaitu dalam mengendalikan periode infeksi dengan tetap menjaga momentum pelaksanaan 3T+I. Sisi lain, pelaksanaan kepatuhan terhadap protokol pencegahan penularan Covid-19 sebagai wujud pengendalian jumlah kontak, juga harus terus didorong.

\"Strategi dan langkah apa yang dipilih, tentunya pihak Pemkot Surabaya lebih memahami tentang konteks kelebihan dan kekurangannya, termasuk bagaimana kearifan lokal warga Surabaya,\" kata dia.

AYO BACA : Kunci Pengendalian Covid-19 Surabaya: Protokol Kesehatan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar