4 Cara Cerdas Kelola Dana Travelling yang Tak Terpakai karena Pandemi Covid-19

  Senin, 26 Oktober 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Mengelola uang (Shutterstock)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Riset Lifepal.co.id menemukan bahwa 90% wisatawan domestik berhemat lantaran tidak membuat pengeluaran transportasi untuk travelling selama pandemi Covid-19. Di saat yang sama, hampir 40% wisatawan domestik menghemat pengeluaran akomodasi.

Dilansir dari Suara.com, penurunan dana traveling ini akan sangat bijak jika dana yang tak terpakai itu dikelola atau alokasikan untuk sesuatu yang bermanfaat bagi kesehatan dan kondisi finansial pribadi, mengingat di masa pandemi ini penting untuk mengatur keuangan sesuai tujuan finansial agar kondisi keuangan lebih baik.

Lantas bagaimana cara mengelola dana travelling yang tak terpakai saat pandemi? Berikut tips keuangan dari Lifepal.co.id.

1. Melunasi utang

Jika memang dana travelling yang tak terpakai mencukupi untuk melunasi utang, maka sebaiknya Anda memilih langkah ini. Di masa pandemi yang serba tidak menentu, ada baiknya Anda membebaskan diri dari berbagai beban keuangan, termasuk utang.

Jika utang Anda ada di lebih dari satu institusi keuangan, pilihlah yang bunganya paling besar terlebih dahulu. Baru setelah itu, jika masih mencukupi, Anda bisa menghitung-hitung untuk melunasi utang lain yang bunganya lebih kecil.

2. Dana Darurat

AYO BACA : Ngamuk Disamakan Simpanan Lain, Selingkuhan Dipukuli Pria Beristri

Dana darurat adalah uang yang tersedia dan mudah diambil sewaktu-waktu Anda membutuhkannya. Pos dana darurat jadi solusi untuk kebutuhan yang tidak disangka-sangka, emergensi, yang memerlukan penanggulangan segera.

Pada umumnya di dalam kondisi normal, pengumpulan dana darurat minimal 3 kali pendapatan atau pengeluaran tiap bulan. Misalnya saja, jika per bulan Anda menghabiskan Rp 5 juta untuk segala kebutuhan, maka persiapkan minimal Rp 15 juta sebagai dana darurat.

Namun dalam kondisi pandemi seperti ini, sebaiknya jumlah uang di kantung dana darurat diupayakan minimal 6 kali pendapatan atau pengeluaran bulanan. Anda masing-masing juga dapat menghitung berapa besaran dana darurat yang perlu siapkan secara otomatis dengan menggunakan Kalkulator Dana Darurat Lifepal.

Selain bisa untuk melunasi utang dan mengumpulkan dana darurat, Anda juga bisa memanfaatkan dana travelling yang tak terpakai selama pandemi Covid-19 untuk asuransi dan menambah portofolio investasi. Simak penjelasan lengkap di halaman berikutnya.

3. Asuransi

Tujuan dari asuransi adalah memberikan jaminan penggantian terhadap risiko-risiko yang mungkin terjadi di masa depan oleh nasabah, misalnya saja risiko terkena penyakit dan risiko kematian. Di masa pandemi, risiko terkena penyakit bukannya makin kecil, malah semakin besar, demikian pula risiko kematian.

Asuransi kesehatan melindungi Anda dari risiko-risiko yang dapat membuat Anda kehilangan sejumlah besar uang akibat penyakit yang dialami. Contohnya, apa jadinya jika Anda sudah mempersiapkan sejumlah dana untuk pendidikan anak di masa depan, namun tiba-tiba Anda jatuh sakit dan membutuhkan dana besar untuk pengobatan?

AYO BACA : Samsung A02s Bocor ke Publik, Ini Spesifikasi Andalannya

Jika memiliki asuransi kesehatan, biaya pengobatan akan dibantu, bahkan dapat ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan asuransi, tanpa perlu mengambil simpanan uang pendidikan anak.

Demikian pula jika kematian menimpa kepala keluarga pencari nafkah. Polis asuransi jiwa yang dimiliki akan memberikan uang pertanggungan kepada tertanggung, dalam hal ini keluarga yang ditinggalkan, untuk meneruskan hidup saat ditinggal tulang punggung keluarga.

4. Menambah portofolio investasi

Bagi yang sudah berinvestasi, dana travelling yang tak terpakai tentu dapat dimanfaatkan untuk menambah portofolio investasi, entah itu dalam bentuk deposito, reksa dana, obligasi, emas, hingga saham.

Demikian pula bagi yang belum mulai berinvestasi. Bujet “nganggur” yang tersedia akan sangat bermanfaat untuk memulai membeli instrumen investasi.

Tentukan dulu apa tujuan Anda berinvestasi, apakah untuk dana pendidikan anak, membeli rumah, dana pensiun, atau tujuan lainnya? Sebab, berbeda tujuan, berbeda pula jangka waktu yang dilakukan dalam berinvestasi.

Jika tujuan Anda adalah mempersiapkan dana pensiun, maka letakkanlah pada instrumen-instrumen investasi jangka panjang, sehingga Anda tidak perlu memusingkan fluktuasi nilai investasi yang terjadi.

Namun, perlu diingat, investasi sebaiknya dilakukan pada instrumen yang sudah dipelajari dan dimengerti. Jangan ikut-ikutan meletakkan dana Anda pada instrumen yang belum dipahami.

AYO BACA : Kemnaker Gandeng Kemendes Salurkan JPS bagi Terdampak Pandemi

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar