Tanya Jawab BLT Pekerja: Soal Perbaikan Data dan Termin ke-2

  Rabu, 28 Oktober 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Uang (pixabay)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau dikenal dengan Bantuan lantung Tunai (BLT) bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta masih menjadi perhatian banyak orang. Pasalnya bantuan dari pemerintah ini masih ditunggu-tunggu oleh para pekerja di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir.

Dilansir dari kanal YouTube Kementerian Ketenaga Kerjaan RI, ada beberapa pertanyaan seputar BSU yang sering muncul di masyarakat. Menghadirkan Direktur Kelembagaan dan Kerjasama Hubungan Industrial Kemnaker Aswansyah, berikut poin-poin dari hasil tanya jawab mengenai BLT pkerja bergaji di bawah Rp5 juta:

Berapa banyak pekerja yang akan menerima BSU?

Jawaban: Target awal ada 15,7 juta pekerja yang akan mendapatkan BSU. Tapi angka ini mengalami perubahan. Setelah divalidasi hanya ada 12,4 juta penerima BSU. Adapun saat ini BSU sudah tersalurkan kepada 12,1 juta orang atau 98,3%. Masih ada yang belum menerima karena banyak kendala yang dialami.

Apa yang menyebabkan pekerja tidak bisa menerima BSU?

Jawaban: Sampai saat ini ada 152 ribu rekening bermasalah. Rekening tersebut bermaslah biasanya karena lima hal, yaitu
1. Rekening duplikasi
2. Rekening tidak aktif
3. Rekening diblokir bank
4. Nama di NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan nama di rekening tidak sama
5. Rekening giro. Adapun penerima BSU harus rekening tabungan

AYO BACA : 97 Remaja Mojokerto Hamil di Luar Nikah

Terkait hal ini, kami sudah meminta ke bank untuk disampaikan ke masyarakat. Kami juga sudah menyampaikan ke BPJS juga lakukan klarifikasi perbaikan data rekening kembali.

Apa yang harus dilakukan calon penerima jika rekeningnya bermasalah?

Jawaban: Paling tidak calon penerima harus berkoordinasi dengan bank yang bersangkutan. Kemudian jika sudah diperbaiki, itu harus disampaikan kepada pemberi kerja atau HRD perusahaan, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Apa masih ada waktu untuk memperbaiki rekening bermasalah?

Jawaban: Saat ini waktunya memang sudah pendek, tapi kami berusaha supaya BSU bisa diterima oleh pekerja. Kami juga mengimbau supaya rekening dicek kembali.

Apabila rekening bermasalah tidak bisa diklarifikasi lagi, dana harus dikembalikan ke kas negara. Tapi kami belum lakukan itu, karena kami yakin rekeningnya bisa diperbaiki. Ini kan penyaluran BSU sampai Desember, kalau dananya kami kembalikan sekarang, takutnya kami disalahkan. Jadi kami masih menunggu perbaikan data sampai akhir november. Jadi sebelum tutup anggaran pada bulan Desember, BSU bisa disalurkan. Jadi masih ada waktu perbaiki data.

AYO BACA : Samsung Galaxy S21 Diisukan Tak Akan Dilengkapi Charger

Ada selisih antara target dan realisasi penerima BSU. Selisihnya itu mau dikemanakan?

Jawaban: Ada selisih sekitar 3 koma sekian juta penerima bantuan yang tidak masuk ke program BSU. Sisa anggarannya ada 8 koma sekian triliun rupiah. Dana yang tidak tersalurkan ini akan dialokasikan bagi guru honorer dan guru honorer poesantren. Jadi ada dua kementerian yang menerima, yakni Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama. Prosesnya nanti, dana dikembalikan dulu ke negara, lalu diberikan ke 2 kementerian tersebut.

Agar BSU tepat sasaran, adakah pihak yang mengawasi?

Jawaban: Agar BSU tepat sasaran, kami berkonsultasi dengan KPK. Ada juga pendampingan dari BPK dan BPKP. Uang untuk program BSU ini sendiri tidak ada di kementerian Ketenagakerjaan. Kemnaker tidak lihat dan tidak pegang uangnya. Uangnya ada di Himbara, yakni di BRI, BNI, BTN, dan Mandiri.

Bagaimana jika ingin mengadu soal BSU?

Jawaban: Kami memiliki tim posko pengaduan BSU. Pengaduan bisa dilakukan secara online, bisa juga by phone.

Kapan pekerja akan menerima BSU termin ke-2?
Jawaban:
Sesuai dengan pernyataan Menteri ketenagakerjaan, termin ke-2 direncanakan cair pada awal November.

AYO BACA : 5 Cara Meningkatkan Jumlah Followers di Instagram

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar