Waduh! Pria Asal Pamekasan Jual Istri untuk Threesome

  Rabu, 28 Oktober 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Barang bukti prostitusi online (Dok. Polisi)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Polrestabes Surabaya kembali mengungkap kasus suami menjual istri untuk melayani lelaki lain. Kali ini, lelaki warga Pamekasan, Madura, ditangkap polisi karena tepergok menjajakan istrinya kepada pria lain.

Dilansir dari Suara.com, lelaki berinisial T (43) menjual istrinya yang berusia 38 tahun melalui akun Twitter. Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Fauzi Pratama mengungkapkan, kasus ini terbongkar berawal dari operasi siber polisi.

Polisi menemukan akun Twitter milik T yang mengunggah foto-foto sang istri sedang telanjang. Tak hanya itu, dalam akun Twitter milik T itu pula ditemukan foto-foto istri yang bersangkutan sedang berhubungan intim.

AYO BACA : 97 Remaja Mojokerto Hamil di Luar Nikah

\"Nah, setelah kami mendapatkan informasi itu, langsung menggelar penyelidikan,\" kata Fauzi, Selasa (27/10/2020).

Polisi melakukan penggerebekan terhadap T di kamar hotel Jalan Jemursari, Rabu (21/10) malam. Kala itu, T dan sang istri sedang melayani tamu di kamar. Kepada polisi, T mengakui menjajakan istrinya melalui akun Twitter.

Melalui akun itu, T membuat pengumuman dirinya dan sang istri menerima lelaki lain untuk berhubungan intim bertiga alias threesome. Saat ini T sudah ditahan dan disangkakan melanggar Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang TPPO serta Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP.

AYO BACA : Samsung Galaxy S21 Diisukan Tak Akan Dilengkapi Charger

Tak Sanggup Melayani Istri dan Pasang Tarif Rp1 Juta

Kepada polisi, T mengakui melakukan hal itu karena tak lagi sanggup memenuhi hasrat istri sirinya yang terlampau tinggi. Akhirnya, menurut pengakuan T, dirinya menjual sang istri berinisial ST melalui akun Twitter.

Hal ini telah dilakukan setahun lebih, yakni sejak Agustus 2019. Agar mendapatkan pelanggan, T mengakui mematok harga Rp 1 juta bagi pelanggan. Selain itu, pelanggan dibebaskan dari biaya menyewa kamar hotel.

Untuk sekali kencan, kata Iptu Fauzi, T menawarkan sang istri dengan tarif sebesar Rp1 juta dalam sekali main. Uangnya mereka gunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

\"Tarifnya sebesar Rp 1 juta, di mana tarif tersebut dibayarkan oleh tamu kepada tersangka. Uang itu digunakan sebesar Rp 200 ribu oleh tersangka untuk membeli makanan. Sementara sisanya Rp 800 ribu di simpan oleh tersangka bersama istrinya,\" katanya.

AYO BACA : 5 Cara Meningkatkan Jumlah Followers di Instagram

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar