Flipped Clasroom untuk Bimbingan Karier

  Rabu, 28 Oktober 2020   Adi Ginanjar Maulana
Ilustrasi Flipped Clasroom.(Pixabay)

AYOSURABAYA.COM--Walau ada pandemi, guru BK harus tetap memberikan bimbingan kepada siswa.

“Pemberian layanan bimbingan dan konseling di sekolah bisa diterapkan selama pandemic ini melalui daring, upaya yang telah saya lakukan dengan menggunakan Fliiped Classroom,” ujar Feny Annisaa Damayanti, Guru BK SMAN 4 Sidoarjo.

Aplikasi ini sangat memungkinkan dipakai di masa pandemi ini terlebih informasi terkait Jalur Seleksi PTN untuk siswa kelas XII.

Flipped Clasrrom itu sendiri merupakan teknik pemberian materi layanan yang diberikan terlebih dahulu kepada peserta didik sebelum melakukan meeting melalui Platform Microsoft Teams.

Hal ini dikarenakan mengingat keterbatasan kuota yang dimiliki oleh peserta didik dan tentunya tidak memberatkan.

Flipped Classroom sendiri merupakan metode pembelajaran yang mana bisa kita adopsi ke dalam BK untuk memaksimalkan dalam melayani peserta didik. Melihat kebutuhan peserta didik khususnya untuk kelas XII yang dirasa sangat urgent karena berkaitan dengan study lanjut mereka.

“Saya sebagai guru BK / Konselor di sekolah memiliki tantangan tersendiri selama PJJ ini harus mampu memberikan informasi yang terbaru dan bisa membimbing peserta didik secara daring,” kata Feny.

Pada dasarnya konsep perkembangan untuk para peserta didik yang dikenal dengan sebutan Generasi Z mereka tumbuh ditengah kondisi perkembangan digital. Di mana habit mereka berdampingan dengan gadget dan technology.

“Hal inilah yang pada akhirnya saya bisa mengembangkan materi dengan konten menarik dan lebih mengena. Materi yang saya kembangkan dengan menggunakan animasi Powtoon dengan maksud mengurangi kejenuhan peserta didik dalam menerima materi pembelajaran yang bersifat monoton. Hal ini terbukti efektif ketika materi disajikan secara menarik, inovasi dan kreatif serta mampu membangkitkan daya create peserta didik setelah pemberian materi pada saat meeting,” urai anggota MGBK SMA Sidoarjo.

Antusias peserta didik dalam bertanya dan berpendapat pada saat meeting setelah diberikan materi sebelumnya secara Flipped Classroom dirasa cukup optimal dan sesuai dengan tujuan dari pemberian materi bimbingan tersebut.

“Selama PJJ ini saya tidak ingin memberatkan peserta didik hal ini dikarenakan beban tugas yang diberikan dari guru mata pelajaran sangat memengaruhi kondisi psikologis mereka juga,” jelas Feny.

Dengan Flipped Classroom memudahkan peserta didik untuk bisa mengakses materi pada saat PJJ. Sejauh ini pembimbingan dilakukan secara daring, konselor mampu menciptakan kondisi senyaman mungkin untuk peserta didik. Bukankah esensi pendidikan itu salah satu diantaranya adalah kenyamanan peserta didik dalam proses belajar?

Yupiter Sulifan, Guru BK SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo dan penulis buku Jadi Guru BK itu Asyik.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar