Lagi-lagi Persulit Akta Kematian, Pemkot Surabaya Diancam Dikirimi Abu Jenazah

  Kamis, 29 Oktober 2020   Rizma Riyandi
Pemkot Surabaya Pernah Diancam Dikirimi Abu Jenazah

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Sikap tidak menyenangkan Pemkot Surabaya tidak hanya dialami Yaidah yang  harus mengurus akta kematian hingga ke Kemendagri, Jakarta.

Dilansir dari Republika.co.id, seperti yang diungkap oleh Singky Suwadji yang tinggal Sutorejo Prima Utara. Ian mengaku saat mengurus akta kematian sempat dipersulit petugas.

\"Tante saya meninggal juga pernah diminta agar RT datang bawa stempel basah, opo tumon (apa ada)?\" kata Singky, Rabu (28/10/2020).

AYO BACA : Obat Cacing Bisa Jadi Alternatif Pengobatan Covid-19, Ini Alasannya

\"RT jaman sekarang di Kota Surabaya wong sugeh (orang kaya), opo gelem (apa mau) diminta datang ke Siola (mal pelayanan publik) tanda tangan kematian?\" imbuhnya.

Ia mempertanyakan kenapa ketua RT diminta datang ke Siola membawa stempel basah hanya untuk menunjukkan yang tanda tangan asli, bukan palsu.

\"Seharusnya petugas saja datangi RT minta tanda tangan kalau petugas takut dipalsu,\" lanjutnya.

AYO BACA : Kenalkan E-INOBUS, Bus Listrik Ramah Lingkungan Produksi PT INKA

Ia saat itu protes ke Sekretaris Kota (Sekkota) Hendro Gunawan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

\"Saya protes ke Pemkot. Diselesaikan Sekkota Pak Hendro dengan ancaman abu jenazah tante saya mau saya bawa ke Pemkot,\" kenang dia.

Karena protes itu, akhirnya akta kematian tantenya langsung diselesaikan oleh petugas Dispendukcapil.

\"Besoknya pagi digarap dan dua jam jadi. Pertanyaannya, apa semua warga Surabaya punya akses seperti saya?\" tandasnya.

AYO BACA : Total Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Capai 400.000 Orang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar