Begini Skema Penyaluran BLT Guru Honorer

  Sabtu, 31 Oktober 2020   Aini Tartinia
Ilustrasi BLT

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM--Sebanyak 864 ribu guru dan tenaga pendidik honorer segera menerima bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah. BLT diberikan selama tiga bulan, Oktober 2020 hingga Desember 2020.

Kementerian Agama (Kemenag) telah mengajukan usulan BLT atau BSU bagi guru dan tenaga kependidikan (GTK) non-PNS (honorer) tahun anggaran 2020 itu kepada Menko Bidang Perekonomian pada 19 Oktober 2020.

“Kami usul total ada 864.840 guru Non PNS yang diusulkan untuk diverifikasi oleh BPJS,” ujar Dirjen Pendidikan Islam Muhammad, Ali Ramdhani dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (30/10/2020).

Menurut Ali,verifikasi oleh BP Jamsostek ini dilakukan untuk memastikan para guru belum mendapatkan bantuan sejenis dari Kementerian lainnya. Nantinya jika sudah terverifikasi, maka para guru tersebut akan mendapatkan dana BLT atau BSU selama tiga bulan ke rekening Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) atau Bank BCA dan swasta lainnya.

Di sisi lain, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Muhammad Zain mengatakan, usulan Kemenag terdiri atas 617 ribu guru RA/Madrasah, 124 ribu guru Pendidikan Agama Islam, 25,2 ribu dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), 2,26 ustadz Pendidikan Diniyah Formal, dan 580 dosen Ma’had Aly.

“Diusulkan juga 76,3 ribu tenaga kependidikan madrasah dan 10,7 ribu tenaga kependidikan PTKI,” ujar Zain.

Selain itu, lanjut M Zain, usulan lainnya adalah 2,5 ribu guru Pendidikan Agama Kristen, 2,1 ribu guru Pendidikan Agama Katolik, 1,9 ribu guru Pendidikan Agama Hindu, 886 guru Pendidikan Agama Buddha, dan 154 guru Pendidikan Agama Khonghucu.

Meskipun rencana BLT atau BSU kepada guru dan tenaga pendidik honorer telah digaungkan oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), tetapi jadwal untuk penyaluran dana BLT atau BSU tersebut masih belum diungkapkan. Sebab, sampai saat ini proses pendaftaran hingga validasi peserta masih dilakukan.

Bum diketahui mekanisme penyaluran BLT atau BSU kepada guru honorer. Sebagai perbandingan, berikut ini aluran pencairan bantuan pemerintah kepada pekerja dan buruh formal yang tercatat sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta:

1. Perusahaan melalui bagian yang mengurus sumber daya manusia (SDM) mendata pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, sekarang disebut BP Jamsostek, dan memiliki gaji di bawah Rp5 juta per bulan. Bagian SDM atau human resources development (HRD) mengumpulkan nomor rekening para calon penerima.

2. HRD mengirimkan data nomor rekening para calon penerima BLT pekerja kepada BP Jamsostek.

3. BP Jamsostek melakukan validasi terhadap rekening calon penerima BLT pekerja dalam tiga tahap.

4. Setelah tiga tahapan validasi selesai, data nomor rekening calon penerima BLT untuk pekerja diserahkan kepada Kementerian Ketenagakerjaan.

5. Sesuai dengan petunjuk teknis penyaluran BLT untuk pekerja, Kemnaker memiliki kesempatan sampai empat hari untuk melakukan check list.

6. Selesai checklist, dana nomor rekening calon penerima BLT pekerja diserahkan ke Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

7. KPPN menyalurkan BLT kepada bank penyalur yakni bank yang masuk menjadi anggota Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara).

8. Bank Himbara lantas menyalurkan BSU ke rekening penerima secara langsung, baik itu rekening bank sesama bank Himbara, maupun rekening bank swasta termasuk BCA.

Dengan mengikuti alur tersebut, untuk para guru agama bukan PNS (honorer) sebagai calon penerima BLT Rp1,2 juta yang memiliki rekening bank swasta termasuk Bank BCA dipastikan membutuhkan waktu lebih panjang karena harus melalui transfer antar bank.

Penjelasan tentang hal itu berulang kali disampaikan oleh Bank BCA melalui akun Twitter resmi mereka @HaloBCA dalam berbagai kesempatan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar