Pencabutan Kepesertaan Gelombang 10 Kartu Prakerja Selesai, Kapan Gelombang 11 Dibuka?

  Minggu, 01 November 2020   Icheiko Ramadhanty
Prakerja

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM--Status pencabutan kepesertaan penerima Kartu Prakerja gelombang 10 telah selesai dilakukan pada 31 Oktober pukul 23.59 WIB. Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai berapa jumlah peserta yang gagal mendapatkan insentif di gelombang 10.

Selesainya pencabutan kepesertaan gelombang 10 seakan menjadi hal yang dinanti oleh banyak masyarakat. Pasalnya setelah ini, Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja akan membuka Kartu Prakerja gelombang 11.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja, Rudy Salahuddin. Rudy mengatakan kuota yang nantinya akan dipakai untuk peserta di gelombang 11 berasal dari kuota peserta di gelombang 1 hingga 10 yang kepesertaannya dicabut.

“Jadi gelombang 11 itu, sebenarnya kita juga masih ada yang dicabut kepesertaannya. Dan itu sudah dikembalikan ke Kementerian Keuangan anggarannya. Nah kami masih menunggu keputusan dari Ketua Komite Cipta Kerja, dalam waktu dekat mungkin akan diumumkan," tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Rudy juga mengatakan pihaknya menargetkan Kartu Prakerja gelombang 11 dapat dibuka pada akhir Oktober 2020. Namun, hingga memasuki 1 November, kabar mengenai dibukanya gelombang 11 belum juga datang.

Saat ini sudah ada 344.959 orang yang gagal mendapatkan insentif Kartu Prakerja. Jumlah tersebut dihasilkan dari pencabutan status kepesertaan dari gelombang 1 hingga 9.

Head of Communications Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Louisa Tuhatu, menuturkan pada gelombang 9 ada sebanyak 28.786 penerima Kartu Prakerja yang status kepesertaannya dicabut. Hal itu karena mereka tidak membeli pelatihan pertama melebihi tenggat waktu yang diberikan, yaitu 30 hari sejak menerima saldo dan nomor Kartu Prakerja pada dashboard.

Aturan mengenai pencabutan peserta sudah termaktub dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 11 Tahun 2020. Louisa juga menuturkan, peserta yang kepesertaannya telah dicabut, akan dimasukkan dalam daftar hitam, sehingga tidak bisa mengikuti program Kartu Prakerja di periode selanjutnya.

Dari total pencabutan kepesertaan hingga gelombang 9, jumlah dana yang dikembalikan ke kas negara berjumlah Rp 1,32 Triliun. Selagi menunggu kapan tanggal dibukanya gelombang 11, peserta diharapkan memperhatikan poin-poin berikut untuk mendaftarkan diri di website resmi prakerja.go.id.

Berikut Ayojakarta rangkum cara mendaftar Kartu Prakerja gelombang 11:

• Masuk ke laman prakerja.go.id

• Masukkan nama lengkap, alamat e-mail, dan kata sandi

• Cek email masuk dari Kartu Prakerja untuk aktivasi. Setelah itu, kembali ke laman prakerja.go.id

• Masukkan e-mail dan kata sandi yang baru dibuat

• Masukkan nomor KTP dan tanggal lahir

• Klik tombol 'berikutnya'

• Isi data diri di form pengisian (nama lengkap, alamat e-mail, alamat tempat tinggal, alamat domisili, pendidikan, status kebekerjaan, foto KTP, lalu klik 'berikutnya'

• Masukkan nomor telepon dan kode OTP yang dikirimkan melalui SMS oleh pihak Prakerja

• Mengisi tes motivasi selama 1 menit

• Tunggu email pemberitahuan setelah tes selesai dikerjakan

• Jika sudah mendapat e-mail pemberitahuan, kembali ke laman prakerja.go.id, dan klik pada tulisan 'gabung ke gelombang 11' (jika sudah dibuka).

Lalu, bagaimana cara bagi yang gagal di gelombang sebelumnya dan ingin kembali mendaftarkan diri di gelombang 11? Berikut tata cara bagi peserta yang akan daftar kembali namun sudah mempunyai akun prakerja:

• Masuk ke laman prakerja.go.id

• Masukkan email dan kata sandi yang sudah dibuat sebelumnya

• Menuju ke laman dashboard di profile Prakerja masing-masing

• Peserta dapat langsung klik 'gelombang 11' (jika sudah dibuka).

Nantinya, pendaftar terpilih berhak mendapatkan total bantuan sebesar Rp 3,55 juta. Adapun rinciannya yaitu Rp 1 juta untuk saldo pembelian pelatihan (tidak bisa dicairkan), Rp 600 ribu selama 4 bulan, dan Rp 150 ribu dari survei atau rating.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar